Pasien Covid-19 Rawat Inap di Wisma Atlet Naik Drastis, Kini 2.013 Orang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet saat fase gerhana bulan sebagian terlihat di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    Suasana Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet saat fase gerhana bulan sebagian terlihat di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren jumlah pasien Covid-19 rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, meningkat dan mencapai 2.013 orang atau 33 persen dari kapasitas tempat tidur.

    Berdasarkan data Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), di Jakarta, Minggu, 30 Mei 2021 jumlah pasien rawat inap di Wisma Atlet, sebanyak 2.013 orang.

    Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan pekan lalu pada 23 Mei 2021 yang mencapai 1.251 orang dan dua pekan sebelumnya 16 Mei 2021 sebanyak 929 orang.

    "Pasien rawat inap terkonfirmasi positif di Tower 4, 5, 6 dan 7 sebanyak 2.013 orang, 984 pria dan 1.029 wanita," kata Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Airs Mudian.

    Jumlah penambahan pasien paling banyak terjadi pada Jumat (28/5) sebanyak 156 orang dan Sabtu (29/5) sebanyak 151 orang.

    Tren penambahan jumlah pasien rawat inap di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, ini turut dipengaruhi oleh pemudik yang terpapar Covid-19 pada arus balik Lebaran.

    Pada dua pekan lalu, jumlah pasien rawat inap pada Selasa (18/5) hanya 900 orang atau hanya berkisar 15 persen dari total kapasitas tempat tidur di Wisma Atlet sebesar 5.994 orang.

    Jumlah pasien tersebut merupakan yang terendah, sejak Agustus 2020.

    Sebelumnya, Koordinator RS Wisma Atlet Mayor Jenderal Tugas Ratmono mengakui peningkatan jumlah pasien ini berasal dari pemudik yang tiba di Ibu Kota, yang dideteksi di pos penyekatan.

    "Dari 'check point' pemeriksaan, dilaporkan di sana ada yang positif dari antigen. Ini memberi kontribusi peningkatan kasus di Wisma Atlet," kata Tugas.

    Selain dari klaster pemudik, kontribusi peningkatan kasus juga disumbang oleh klaster keluarga.

    Jumlah pasien Covid-19 ini bisa meningkat lebih banyak lagi jika keluarga tidak menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19.

    Baca juga : DPRD DKI Tanggapi Penilaian E Pemprov DKI dalam Penanganan Covid-19 dari Kemenkes
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.