DBD Mengintai, Warga Kota Bekasi Diminta Waspada

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

    Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, BekasiPemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat meminta warganya mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) yang mulai mengintai warga selama pergantian musim mengingat tingginya angka kasus penyakit itu dari tahun ke tahun. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan dalam kurun empat bulan terakhir sejak Januari-April 2021 sedikitnya ada 730 kasus pasien DBD yang ditangani.

    Meski angka kasusnya masih di bawah tahun sebelumnya, masyarakat diminta tetap waspada. "Jadi, selain virus corona, warga juga harus mewaspadai kasus DBD," katanya di Bekasi, Senin, 31 Mei 2021.

    Sepanjang 2020 ada 1.600 kasus DBD yang tersebar di 12 kecamatan se-Kota Bekasi, sedangkan tahun ini penambahan pasien terjangkit tertinggi terjadi pada Maret dan April bertepatan awal musim pancaroba"Kalau untuk usia pasien kita belum sempat merincikan usianya karena masih evaluasi pendataan lanjutan tapi kalau untuk jumlah kita sudah dapat angkanya."

    Tanti menjelaskan dari 730 pasien DBD tahun ini dua orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan tahun lalu satu orang meninggal dunia. "Itu berdasarkan data yang masuk." Tapi mungkin ada juga warga yang tidak melaporkan kasus meninggal dunia akibat DBD. "Warga diminta waspada serta selalu membersihkan lingkungan." 

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati mengatakan Kecamatan Bekasi Utara menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi yakni 262 kasus pada tahun lalu dan 180 kasus pada tahun ini.

    Dezy mengajak segenap masyarakat melakukan pencegahan DBD dengan berpartisipasi menerapkan program satu rumah satu juru pemantau jentik. Setiap keluarga bertanggung jawab dengan rumahnya sendiri terhadap kebersihan serta pemantauan jentik nyamuk.

    "Semua rumah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan anggota keluarganya."

    Untuk mencegah DBD, warga diminta melakukan gerakan 3M. "Beda dengan COVID-19." 3M untuk mencegah DBD adalah dengan menguras kamar mandi, mengubur barang bekas, serta tidak memberikan tempat yang menjadi sarang jentik nyamuk.

    Baca: 730 Kasus DBD Ditemukan di Bekasi, Masyarakat Diminta Waspada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.