Warga Lebak Diminta Waspada Cuaca Buruk, BPBD: Mengurangi Risiko

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara melintas di jalan yang longsor di Kecamatan Lebakgedong, Lebak, Banten, Ahad, 30 Mei 2021. Akses jalan sepanjang 50 meter tersebut merupakan penghubung antar Provinsi Banten-Jawa Barat. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Sejumlah pengendara melintas di jalan yang longsor di Kecamatan Lebakgedong, Lebak, Banten, Ahad, 30 Mei 2021. Akses jalan sepanjang 50 meter tersebut merupakan penghubung antar Provinsi Banten-Jawa Barat. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Lebak - Masyarakat Lebak diminta waspada cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin kencang dan kilat pada hari ini. Berdasarkan peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Lebak berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Pebby Rizky Pratama mengimbau warga agar tidak berada di tanah lapang, sawah, pesisir pantai, dan dataran rendah.

    Cuaca buruk berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari dengan intensitas curah hujan tinggi, berlangsung 1,5 sampai dengan dua jam. "Peringatan kewaspadaan itu untuk mengurangi risiko kebencanaan," kata Pebby di Lebak, Rabu 2 Juni 2021.

    Kepala Pelaksana BPBD Lebak itu mengatakan cuaca buruk tersebut dapat menimbulkan tanah longsor, banjir bandang, dan puting beliung. Wilayah Kabupaten Lebak masuk kategori daerah rawan bencana alam jika cuaca buruk.
     
    "Kami menyampaikan surat peringatan cuaca buruk itu kepada relawan kecamatan juga desa siaga untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

    Baca juga: Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Lebak , BPBD Imbau Wisatawan Tak Berenang

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.