Karantina Hewan dan Tumbuhan, Begini Prosedur Lalu Lintasnya

Reporter

Petugas Karantina hewan dan pertanian menunjukkan burung Nuri Bayah asal Papua yang berhasil diamankan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (26/11). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kata karantina biasa kita dengar berkaitan dengan sesuatu yang sakit. Karantina juga akrab dengan sebuah pembatasan dan penjagaan. Kegiatan karantina ini tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi juga pada hewan, ikan dan tumbuhan. Karantina hewan tujuannya untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan dan tumbuhan yang mengacu pada UU Nomor 21 Tahun 2019 .

Selain itu ada pula Undang-Undang (UU) yang mengatur karantina yaitu UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Instansi pemerintah yang menyelenggarakan UU ini yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selain bertujuan mencegah penyakit, karantina ini dilakukan agar mencegah masuk atau keluarnya pangan dan pakan yang tidak sesuai dengan standar keamanan dan mutu, mencegah masuk dan tersebarnya agensia hayati, jenis asing invasif, dan produk rekayasa genetik yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia, hewan, ikan, tumbuhan, dan kelestarian lingkungan, juga mencegah keluar atau masuknya tumbuhan dan satwa liar, tumbuhan dan satwa langka, serta sumber daya genetik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan-perundang-undangan.

Pelaksanaan karantina ini pun berbeda-beda. Meskipun secara taksonomi ikan merupakan bagian dari hewan, tetapi pelaksanaan karantinanya dibedakan karena jenis penyakit yang dicegah juga berbeda. Dalam konteks ini, hewan merupakan binatang yang hidup di darat, sedangkan ikan merupakan organisme yang hidup di lingkungan perairan.

Menurut UU Nomor 21 Tahun 2019, karantina ini juga diselenggarakan oleh dua kementerian yang berbeda. Karantina hewan dan karantina tumbuhan dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan), sedangkan karantina ikan dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

Karantina hewan dilakukan untuk mencegah sejumlah penyakit yang disebut Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), karantina ikan mencegah Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK). Sedangkan karantina tumbuhan mencegah Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Dari data yang tekumpul sudah ada Sebanyak 121 jenis HPHK, 37 jenis HPIK, dan 806 jenis OPTK yang telah ditetapkan pemerintah untuk dicegah masuk, keluar, dan tersebar di wilayah Indonesia.

Dari situs tanjungpinang.karantina.pertanian.go.id ada beberapa prosedur lalu lintas media pembawa hewan atau produk hewan. Pertama, Pemiliki atau kuasanya melaporkan rencana realisasi pemasukan atau pengeluaran hewan kepada Petugas Karantina Hewan di Pelabuhan Udara atau Laut dengan mengajukan Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK/PPK Online) paling lambat 2 hari sebelum pemasukan atau pengeluaran.

Kemudian pemilik juga harus membawa kelengkapan persyaratan yang ditetapkan untuk impor,ekspor maupun antar area (domestik masuk atau keluar). Khusus bagi Bahan Asal Hewan (BAH), Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) dan benda lain disampaikan paling singkat 1 hari sebelum pemasukan atau pengeluaran.

Sedangkan bagi media pembawa dan benda lain yang dibawa oleh penumpang, jangka waktu penyampaian laporannya dapat dilakukan pada saat pemasukan atau kedatangan. Kemudian nantinya hewan dan produk hewan yang akan dilalulintaskan harus diserahkan kepada petugas karantina hewan untuk keperluan tindakan karantina sesuai dengan peraturan perundangan karantina yang berlaku.

TEGUH ARIF ROMADHON

Baca: Tim Karantina Hewan Pantau 3 Penyakit ini Pada Kuda Asian Games






Tak Beri Makan Kucing hingga Mati, Pria Singapura Didenda Rp 146 Juta

4 hari lalu

Tak Beri Makan Kucing hingga Mati, Pria Singapura Didenda Rp 146 Juta

Seorang pria di Singapura dihukum karena menelantarkan kucing peliharaannya hingga mati.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

4 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Meksiko Pamerkan Hewan Langka Axolotl Salamander

8 hari lalu

Meksiko Pamerkan Hewan Langka Axolotl Salamander

Axolotl salamander adalah seekor hewan amfibi yang sudah terancam punah.


Anoa Telah Ditemukan Kembali di Hutan Sulawesi, Warga Diminta Menjaga

16 hari lalu

Anoa Telah Ditemukan Kembali di Hutan Sulawesi, Warga Diminta Menjaga

Taman Hutan Raya Sinjai pastikan keberadaan anoa setelah menghilang 20 tahun lewat kamera intai. Perlu studi lanjutan untuk hitung populasi.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gempa M7,1 Sulawesi Utara, Hewan Berkulit Tebal

17 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gempa M7,1 Sulawesi Utara, Hewan Berkulit Tebal

Topik tentang gempa M7,1 mengguncang Sulawesi Utara pada 18 Januari 2023 pukul 13:06:14 WIB menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


5 Hewan Ini Kulitnya Sangat Tebal

18 hari lalu

5 Hewan Ini Kulitnya Sangat Tebal

Salah satu ciri fisik hewan adalah di bagian kulitnya


Jurong Bird Park di Singapura Ditutup Setelah 52 Tahun Beroperasi, 3.500 Burung Langka Direlokasi

26 hari lalu

Jurong Bird Park di Singapura Ditutup Setelah 52 Tahun Beroperasi, 3.500 Burung Langka Direlokasi

Jurong Bird Park yang dikelola Mandai Wildlife Reserve merupakan taman burung terbesar di Asia dan melindungi banyak satwa langka.


Mulai Hari Ini, China Setop Karantina untuk Pelancong dari Luar Negeri

27 hari lalu

Mulai Hari Ini, China Setop Karantina untuk Pelancong dari Luar Negeri

China telah mengakhiri persyaratan karantina untuk pelancong yang datang dari luar negeri, meskipun sedang berjuang melawan lonjakan kasus COVID-19


Hong Kong Cabut Larangan Impor Hamster

30 hari lalu

Hong Kong Cabut Larangan Impor Hamster

Hong Kong pada bulan ini berencana mencabut larangan mengimpor hamster untuk di jual setelah tahun lalu dilarang karena kejadian penyebaran Covid-19


6 Hewan Ini Bisa Prediksi Cuaca Ekstrem

38 hari lalu

6 Hewan Ini Bisa Prediksi Cuaca Ekstrem

Hewan sangat peka terhadap perubahan cuaca. Perilaku mereka berubah ketika menyadari akan ada cuaca ekstrem seperti badai