Polda Metro Jaya Pergoki Nyaris 1.000 Pemudik Reaktif Covid-19 saat Kembali

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan UPT Terminal Pulo Gebang mengarahkan pemudik untuk melakukan cek suhu tubuh sebelum menjalani pemeriksaan identitas diri dan hasil tes Covid-19 saat tiba di Terminal Kedatangan UPT Pulo Gebang, Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta Jumlah pemudik yang tiba di Terminal Pulo Gebang pada 22 Mei pukul 00.00 WIB hingga 16.30 WIB sebanyak 261 penumpang dari 46 bus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas Dinas Perhubungan UPT Terminal Pulo Gebang mengarahkan pemudik untuk melakukan cek suhu tubuh sebelum menjalani pemeriksaan identitas diri dan hasil tes Covid-19 saat tiba di Terminal Kedatangan UPT Pulo Gebang, Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta Jumlah pemudik yang tiba di Terminal Pulo Gebang pada 22 Mei pukul 00.00 WIB hingga 16.30 WIB sebanyak 261 penumpang dari 46 bus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Jakarta - Polda Metro Jaya mencatat 933 pemudik yang kembali ke DKI Jakarta reaktif Covid-19. 

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan, angka tersebut berasal dari tes usap antigen yang difasilitasi polisi selama masa penyekatan arus balik Lebaran. 

    "Dari titik penyekatan maupun di basis komunitas," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 3 Juni 2021.

    Tes swab pemudik dilakukan secara acak selama 16 hari.

    Seluruh pemudik yang reaktif Covid-19 dan positif Covid-19 teraebut, langsung dirujuk ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan lainnya untuk menjalani perawatan dan isolasi. 

    Menurut dia, berkat langkah ini, penyebaran kasus Covid-19 bisa dikendalikan. "Meski sempat naik namun saat ini sudah menunjukan adanya perbaikan," ujarnya.

    Fadil juga mengapresiasi para tenaga kesehatan ynag membantu pihaknya dalam menjalankan tes usap acak pada pemudik. Setidaknya ada 149 tenaga kesehatan dari berbagai unsur, yaknj 88 personel Polda Metro Jaya, 50 TNI dan 11 mitra kesehatan.

    "Anda semua adalah pahlawan kemanusiaan, ucapan terima kasih dan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas perjuangan kerja keras dan dedikasi yang telah saudara curahkan dengan penuh keikhlasan dalam Operasi Ketupat Jaya 2021," kata orang nomor 1 di Polda Metro Jaya tersebut.

    Baca juga : 27 Warga Bambu Apus Positif Covid-19, Camat: Tertular Klaster Keluarga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.