Pedagang Warung Kopi yang Dibacok Perampok di Bekasi Jalani Operasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan celurit yang digunakan perampok dalam sebuah perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    Polisi menunjukkan celurit yang digunakan perampok dalam sebuah perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    Bekasi - Hendro Ridwan Arianto, 36 tahun, korban aksi kawanan perampok menjalani operasi akibat luka robek di lengannya.

    Dia dibacok dalam peristiwa perampokan warung kopinya di Jalan Wibawa Mukti II RT 08 RW 02, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi pada Selasa dini hari lalu.

    Pembacokan ini berawal ketika korban sedang berjaga pukul 03.00 WIB. Dia didatangi dua orang tidak dikenal, satu diantaranya mendekati korban sambil menenteng sebilah celurit.

    "Pelaku datang langsung menyerang adik ipar saya," kata Nur Hasan, 39 tahun, Kamis, 3 Juni 2021.

    ADVERTISEMENT

    Mendapat ancaman itu, Hendro menurut Nur, bergegas melarikan diri. Dia berlari ke gang menuju rumahnya. Nahas, Hendro terjatuh. Pelaku lalu membacokkan celurit. Hendro menangkis, sehingga mengalami luka robek di lengannya.

    "Senjata itu direbut sama Hendro, si pelaku langsung kabur," kata dia.

    Akibat luka bacokan tersebut sang adik mengalami robek di tangan kanannya dan harus segera dioperasi. Sekarang Hendro sudah dibawa ke Rumah Sakit MH Thamrin Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

    "Dioperasi, lengan kanannya robek," kata dia.

    Juru Bicara Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut.

    Saksi-saksi di lokasi, termasuk korban juga sudah dimintai keterangan untuk mengungkap kasusnya. "Terduga perampok masih dalam penyelidikan," kata Erna.

    Baca juga : Komplotan Begal di Cibubur Ditangkap Polisi

    ADI WARSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.