Angka DBD Kabupaten Bekasi Menurun, tapi Tiga Orang Meninggal

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

    Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, BekasiPemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat penurunan angka kasus demam berdarah dengue atau DBD hingga 44 persen pada kuartal pertama tahun 2021 yaitu dari 176 kasus di periode yang sama 2020 menjadi 98 kasus pada tahun ini. "Ini hanya statistik, warga tetap harus waspada dan selalu membersihkan lingkungan.
    Selain waspada COVID-19 juga waspada demam berdarah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti di Cikarang, Sabtu, 5 Juni 2021.

    Hingga kuartal pertama tahun ini angka kasus DBD di Kabupaten Bekasi berjumlah 98 kasus dengan rincian lima kasus pada Januari, lima kasus di Februari, 19 kasus untuk Maret, serta 69 kasus pada April. "Total ada 98 atau 78 kasus lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu." 

    Sri Enny mengatakan jumlah kasus DBD pada kuartal pertama tahun lalu mencapai 176 kasus. Terdiri dari 30 kasus pada Januari, 21 kasus di Februari, 69 kasus untuk Maret, dan 56 kasus di April.

    Demam berdarah di wilayah itu mengakibatkan satu warga meninggal dunia tahun lalu sedangkan tahun ini sudah ada tiga orang meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu. "Dua kasus meninggal dunia di Kecamatan Kedungwaringin, satu lagi di Kecamatan Tambun Selatan." 

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Masrikoh mengatakan Kecamatan Tambun Selatan menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi tahun ini. 44 kasus dari total 98 kasus DBD terjadi di kecamatan itu.

    Masrikoh mengajak segenap masyarakat mencegah DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan serta bertanggung jawab dalam pemantauan jentik di rumah masing-masing.
    "Satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik)."

    Setiap keluarga harus bertanggung jawab terhadap rumahnya sendiri, apalagi saat pandemi COVID-19 ini. "Tidak bisa berharap ke orang lain." 

    Masrikoh mengimbau masyarakat melakukan 3M untuk mencegah DBD yakni menguras kamar mandi, menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas, selain juga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    "Jangan memberi ruang atau tempat yang bisa menjadi sarang jentik nyamuk, tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD," kata dia.

    Baca: 730 Kasus DBD Ditemukan di Bekasi, Masyarakat Diminta Waspada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.