Ternyata Bus Transjakarta Stop di Tengah Perlintasan Kereta Akibat Lubang Aspal

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Transjakarta melintasi kolong Flyover Senen, Jakarta, Selasa 26 Januari 2021. Selain kolong jembatan yang dicat warna-warni, juga jembatan penyeberangan orang yang futuristik sebagaimana di kawasan Senayan. TEMPO/Subekti.

    Bus Transjakarta melintasi kolong Flyover Senen, Jakarta, Selasa 26 Januari 2021. Selain kolong jembatan yang dicat warna-warni, juga jembatan penyeberangan orang yang futuristik sebagaimana di kawasan Senayan. TEMPO/Subekti.

    JAKARTA- PT Mayasari Bakti memberikan klarifikasi terkait salah satu unit bus Transjakarta mereka yang beberapa waktu lalu terhenti di tengah pintu perlintasan rel kereta api kawasan Halimun, Jakarta Selatan.

    Melalui akun Instagramnya, @pt_mayasaribaktigroup menegaskan bahwa peristiwa itu bukan karena bus mogok.

    Mereka menjelaskan bahwa bus dengan nomor badan MYS-18194 terhenti akibat aspal yang ada di pintu perlintasan kereta itu ada yang berlubang cukup dalam.

    "Sehingga ban bus menjadi terselip dan tidak kuat menanjak," tulis akun itu pada Ahad, 6 Juni 2021.

    Akibat kejadian itu, penumpang bus pun panik. Terlebih sirine perlintasan kereta menyala tanda kereta api akan segera melintas.

    Beruntung petugas penjaga pintu rel di Jakarta Selatan itu memberi tahu kepada kereta api yang akan melintas untuk mengurangi kecepatan dan berhenti.

    Suku Dinas Bina Marga setempat pun langsung memperbaiki jalanan yang berlubang itu pada 1 Juni 2021.

    "Kami mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut sehingga membuat kepanikan penumpang bus Transjakarta menjadi berhamburan," tutur akun tersebut.

    Baca juga : Transjakarta Bantah Gunakan Ban Vulkanisir, Ternyata Usia Ban Sudah 5 Tahun

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.