Kasus Pencabulan, Alasan Guru Agama; Lama Tak Bertemu Istri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

    Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

    Jakarta - Heru Suciatno, 58 tahun, guru agama, mengaku mencabuli lima muridnya karena tak bisa lagi membendung nafsu syahwatnya. "Saya mungkin khilaf, lama tidak bertemu istri," kata tersangka pencabulan itu kepada media di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Rabu, 9 Juni 2021. 

    Heru mengatakan sudah berpisah cukup lama dengan istrinya yang berada di kampung halamannya di Serang, Banten sedangkan dia bekerja di Jakarta Utara. Dengan modal uang Rp 5 hingga Rp 20 ribu, tersangka mengiming-iming korbannya dan mencabuli mereka. 

    Pencabulan bocah ini terungkap dari laporan orang tua lima korban ke Polres Metro Jakarta Utara pada Jumat pekan lalu, 4 Juni 2021. 

    Senin lalu, polisi mendatangi rumah guru agama itu di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Namun saat digrebek, polisi tak menemukan Heru karena sudah kabur. 

    Polisi mengejar hingga akhirnya menangkap Heru di Cengkareng, Jakarta Barat. Tersangka pencabulan itu tak melawan saat ditangkap dan mengakui perbuatannya. 

    Baca: Pencabulan, Polisi Cari Korban Lain Guru Agama di Penjaringan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.