Kasus Covid-19 Naik Pasca- Lebaran, Lokasi Isolasi di Kabupaten Bekasi Penuh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terus meningkat pascalibur Lebaran 2021. Akibatnya lokasi isolasi terpadu pasien Covid-19 di Hotel Ibis Cikarang kini terisi penuh.

    "Tingkat okupansi lokasi isolasi terpusat di hotel yang berjumlah 170 itu saat ini sudah penuh," kata Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Rabu, 9 Juni 2021.

    Alamsyah mengungkapkan lonjakan kasus Covid-19 di daerahnya terjadi usai libur Hari Raya Idul Fitri 2021, akibat kegiatan halal bihalal, resepsi pernikahan, serta ziarah kubur.

    "Kami sudah menyadari, mengantisipasi dari awal karena karakteristiknya setiap liburan itu kan kasus suka meningkat," katanya.

    Satgas, kata Alamsyah, telah menyiapkan skenario untuk penambahan satu hotel lagi sebagai lokasi isolasi terpusat. Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi juga telah meminta seluruh rumah sakit swasta rujukan pasien Covid-19 menambah kamar isolasi.

    Alamsyah mengatakan, pihaknya juga meningkatkan edukasi protokol kesehatan ke masyarakat. "Kami tiga pilar kembali mengintensifkan edukasi protek 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas," ujarnya.

    Kasus Covid-19 yang tercatat di situs pikokabsi.bekasikab.go.id pada Rabu tercatat terjadi penambahan 128 kasus baru Covid-19. Sehingga total pasien positif virus Corona menjadi 27.183 orang.

    Sementara kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi hingga saat ini mencapai 629 kasus dengan rincian 217 orang dirawat di rumah sakit dan 412 orang melakukan isolasi mandiri.

    #Jagajarak #Cucitangan #Pakaimasker

    Baca juga: Kerumunan di McD Beli BTS Meal, DKI Bicara Potensi Penularan Covid-19


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.