Kartu Pembimbing Rohani Depok Bakal Diluncurkan, Janji Kampanye Idris - Imam

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang mengaji / membaca Al Quran. REUTERS

    Ilustrasi orang mengaji / membaca Al Quran. REUTERS

    TEMPO.CO, Depok Pemerintah Kota Depok berencana membuat Kartu Pembimbing Rohani untuk semua agama. Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengatakan kartu itu merupakan pemenuhan janji kampanye pasangan Mohammad Idris - Imam pada pilkada Depok 2020. 

    "Kami pasangan Idris-Imam akan meningkatkan insentif bagi para pembimbing rohani atau para guru ngaji atau pembimbing agama di seluruh agama yang ada di Kota Depok," kata Imam di Depok, Kamis 10 Juni 2021.

    Kartu pembimbing rohani itu diberikan untuk semua pembimbing agama, baik Islam, Hindu, Katolik, Buddha, Protestan dan Konghucu.

    Jumlah pembimbing rohani penerima insentif juga dinaikkan menjadi 1.000 orang dari sebelumnya 300 orang. Nilai insentif guru ngaji dan pembimbing rohani juga meningkat dari Rp 350 ribu menjadi Rp 400 ribu per orang.

    Imam Budi Hartono berharap dukungan warga Depok untuk meluncurkan program tersebut. Peluncuran kartu Pembimbing Rohani dan peningkatan insentif itu diharapkan membuat kehidupan beragama di Kota Depok semakin baik.

    Wakil Wali Kota ingin Depok berkembang menjadi kota religius sesuai dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Depok yaitu kota niaga dan jasa yang berwawasan lingkungan dan religius.

    "Kami berharap semoga umat beragama di Kota Depok dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing dan taat beragama karena pemimpinnya tekun memberikan bimbingan," ujar Imam.

    Baca juga: Buang Bayi yang Baru Dilahirkan, Perempuan di Depok Ini Dijerat Pasal Pembunuhan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.