Kantor Dikerumuni Orang, Dinas Pendidikan DKI: Bukan Orangtua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Dinas Pendidikan DKI, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan hari ini ramai didatangi pengunjung. Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah mengonfirmasi para pengunjung itu adalah perwakilan sekolah yang hendak menyerahkan sertifikat murid berprestasi.

    "Saya tegaskan hari ini yang datang itu bukan orangtua, tapi perwakilan sekolah yang mengantar sertifikat untuk diinput oleh Dinas Pendidikan," kata dia saat dihubungi, Kamis, 10 Juni 2021.

    Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan keramaian di kantor Dinas Pendidikan DKI. Video viral itu menunjukkan orang-orang tengah mengantre tanpa jaga jarak, meski memakai masker. Kebanyakan dari mereka tampak membawa berkas.

    Menurut Taga, keramaian terjadi hari ini sekitar pukul 13.30-16.00 WIB. Dia menerangkan, perwakilan sekolah datang untuk menginput sertifikat kejuaraan lomba atau surat keterangan pengalaman organisasi ke Dinas Pendidikan.

    "Memang hari ini adalah hari terakhir untuk menyusulkan sertifikat yang kurang," ucap dia.

    Penyerahan sertifikat itu sehubungan dengan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB DKI 2021/2022 jalur prestasi. Taga menyampaikan, PPDB jalur prestasi mempertimbangkan lima hal antara lain nilai rapor, prestasi akademik, prestasi non-akademik, pengalaman organisasi, dan persentil nilai prestasi non-akademik.

    Baca juga: Wagub DKI Sebut Pendaftar PPDB DKI Sudah Melebihi Daya Tampung


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.