Si Sisca, Si Melati dan Si Manja Siap Melayani di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu memangku anaknya saat akan difoto dalam pembuatan Paspor pada festival Imigrasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, 21 Januari 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Seorang ibu memangku anaknya saat akan difoto dalam pembuatan Paspor pada festival Imigrasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, 21 Januari 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat memiliki Si Sisca, Si Manja, Si Melati, Si Pelangi Senja hingga I Bro Sis untuk membantu pelayanan dokumen perjalanan atau paspor.  

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat Barron Ichsan mengatakan Si Sisca adalah inovasi untuk membantu WNI maupun WNA di kantor imigrasi Jakpus. 

    "Ada sejumlah inovasi, salah satunya Si Sisca untuk memudahkan pelayanan bagi WNI dan informasi persyaratan dokumen untuk WNA," kata Barron Ichsan di Jakarta, Kamis 10 Juni 2021.

    Si Sisca adalah Imigrasi System Chat Advisor, yang merupakan sistem percakapan otomatis secara interaktif antara operator dengan pemohon WNI yang memberi informasi tentang prosedur permohonan perjalanan di situs www.jakartapusat.imigrasi.go.id. 

    "Pemohon dapat berinteraksi dengan sistem yang dioperasikan selama 1x24 jam," kata Barron.

    Selain Si Sisca, Kantor Imigrasi Jakpus juga memiliki aplikasi I Bro Sis, yang merupakan informasi tentang gangguan sistem yang dikirimkan petugas kepada pemohon melalui surat elektronik. Lewat pemberitahuan itu, masyarakat dapat datang ke kantor saat sistem kembali normal.

    Layanan Si Manja adalah aplikasi dokumen perjalanan khusus WNI di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat setiap Rabu, mulai pukul 16.00-19.00.

    Sedangkan Si Pelangi Senja adalah layanan khusus WNI yang akan mengurus dokumen perjalanan atau paspor di Plaza Semanggi setiap Rabu pukul 16.00-19.00.

    Si Melati adalah layanan bagi pemohon dokumen perjalanan yang sedang sakit sehingga petugas imigrasi yang akan jemput bola ke kediaman pemohon. Layanan ini akan diberikan kepada pemohon dengan melampirkan bukti rekam medis dari rumah sakit.

    "Petugas Imigrasi akan mendatangi pemohon sesuai dengan jadwal kedatangan untuk mengambil foto biometrik," ujar Barron.

    Baca juga: Imigrasi Segera Deportasi Dua Warga Inggris yang Kabur dari Karantina


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.