40 Persen Karyawan di KIM di Karawang Positif Covid-19, Ini Kata Bupati Cellica

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana positif Corona. Ia menyampaikan keterangan tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya pada 24 Maret  2020. Dalam unggahan tersebut, Cellica menuturkan bahwa ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona setelah menerima hasil swab tes. Ia juga mengaku bahwa ia sebelumnya tidak merasakan gejala apa pun. instagram.com/cellicanurrachadiana

    Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana positif Corona. Ia menyampaikan keterangan tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya pada 24 Maret 2020. Dalam unggahan tersebut, Cellica menuturkan bahwa ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona setelah menerima hasil swab tes. Ia juga mengaku bahwa ia sebelumnya tidak merasakan gejala apa pun. instagram.com/cellicanurrachadiana

    TEMPO.CO, Karwang -Sekitar 40 persen karyawan atau puluhan karyawan di salah satu perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Mitra (KIM) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, positif Covid-19.

    "Kami sudah berkoordinasi kepada pimpinan perusahaan terkait banyaknya karyawan yang positif," kata Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana, di Karawang, Sabtu, 12 Juni 2021.

    Bupati mengaku pemkab Karawang sudah bertemu dengan pimpinan perusahaan yang akhirnya menyepakati untuk melakukan tes swab terhadap 70 karyawan yang dinyatakan negatif setelah dilakukan rapid antigen.

    Sementara 60 karyawan yang hasil tes rapid-nya positif dan sedang menjalani isolasi mandiri akan dijamin ketersediaan pangannya.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, pihak perusahaan juga diminta untuk melakukan perbaikan standar operasional protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan kerja perusahaan tersebut.

    Ia menyayangkan masih ada pihak perusahaan di daerahnya yang tidak langsung melaporkan peristiwa banyaknya karyawan, hingga 40 persen karyawan di perusahaan itu, yang terpapar positif Covid-19.

    Menurut bupati Cellica Nurrachadiana, penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan itu akibat adanya karyawan yang mudik Lebaran, beberapa waktu lalu.

    Selain itu, juga disebabkan kalau pihak perusahaan tidak menerapkan protokol kesehatan secara baik di lingkungan perusahaan, demikian Cellica Nurrachadiana ihwal kejadian positif Covid-19 itu.

    Baca juga : Klaster Covid-19 Keluarga di Jakarta Hampir 1.000, Epidemiolog: Warga Harus Gerak
    #Cucitangan
    #Jagajarak
    #Pakaimasker

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.