Rizieq Shihab Tak Terima Saksinya Dihina, Jaksa: Kami Punya Hak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjagaan kepolisian saat berlangsungnya sidang lanjutan Muhammad Rizieq Shihab terkait perkara kasus tes usap RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021.  Pledoi atau nota pembelaan ini dibacakan sendiri oleh Rizieq. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Penjagaan kepolisian saat berlangsungnya sidang lanjutan Muhammad Rizieq Shihab terkait perkara kasus tes usap RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021. Pledoi atau nota pembelaan ini dibacakan sendiri oleh Rizieq. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum atau JPU Nanang Gunayarto menyangkal tudingan Rizieq Shihab yang menyebut pihaknya menghina saksi yang dihadirkan terdakwa dalam persidangan.

    Salah satu saksi yang disebut Rizieq dihina oleh jaksa adalah Refly Harun.  "Kami melihat tindak pidana yang dilakukan terdakwa sudah memenuhi dan dapat dibuktikan, maka kami punya hak menolak kesaksian saksi yang dihadirkan terdakwa," ujar Nanang dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 14 Juni 2021. 

    Nanang menjelaskan, pernyataan Rizieq yang menyebut jaksa menghina saksi hanya karena mengesampingkan keterangannya, adalah manipulasi fakta. Padahal menurut jaksa, tindak pidana Rizieq sudah terbukti. 

    "Terdakwa hanya menggiring opini menyesatkan dan menutupi tindak pidana terdakwa," ujar Nanang. 

    ADVERTISEMENT

    Dalam sidang yang digelar 19 Mei 2021, JPU menyatakan pihaknya akan mengesampingkan pernyataan saksi Refly Harun yang didapuk menjadi saksi ahli dari kubu Rizieq. Alasannya, jaksa menganggap Refly tidak berkompeten. 

    Selain itu, jaksa juga menolak keterangan saksi ahli dari Universitas Sebelas Maret Tonang Dwi Aryanto. Lalu jaksa juga menolak keterangan ahli hukum kesehatan Muhammad Luthfi Hakim. Terakhir jaksa juga menolak keterangan ahli linguistik dari Universitas Indonesia Frans Asisi Datang. 

    Penolakan ini kemudian berbuah protes dari Rizieq Shihab yang dituangkan dalam pleidoinya.

    Baca juga: Dituntut Enam Tahun Penjara, Rizieq Shihab Sebut Jaksa Abuse of Power

    M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.