Gawat Kasus Covid-19 DKI, Kepala BNPB Kontak Anies Baswedan Soal Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB yang baru, Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) berbincang dengan Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Letkol (Mar) Muhammad Arifin (kanan) saat mengunjungi RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021. Ini merupakan kunjungan perdana Ganip setelah menggantikan Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Kepala BNPB yang baru, Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) berbincang dengan Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Letkol (Mar) Muhammad Arifin (kanan) saat mengunjungi RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021. Ini merupakan kunjungan perdana Ganip setelah menggantikan Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Jakarta - Jumlah pasien kasus Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

    Hingga Senin pagi, tercatat jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet mencapai 5.028 orang akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Ibu Kota dan sekitarnya. 

    Artinya tingkat keterisian tempat tidur di sana mencapai 83 persen.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Ganip Warsito mengatakan, pihaknya sudah bersiap menambah jumlah tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19 di Jakarta.

    ADVERTISEMENT

    "Saya sudah berkoordinasi langsung dengan pak Gubernur Anies," kata Ganip saat dikonfirmasi, Senin, 14 Juni 2021.

    Selain itu, pihaknya juga akan kembali berupaya meningkatkan kembali penegakan protokol kesehatan. Program ini rencananya akan dimulai besok, Selasa, 15 Juni 2021.

    "Terutama penggunaan masker, kita akan masifkan kembali," kata dia ihwal melejitnya kasus Covid-19 saat ini.

    Baca juga : Kasus Covid-19 di DKI Menanjak, Pusat Isolasi di Cilincing Dapat Bantuan 500 Velbed

    #Pakaimasker, #Cucitangan, #Jagajarak


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.