Kasus Covid-19 Bekasi Terus Naik, BOR Rumah Sakit Mencapai 56 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat tidur tambahan untuk pasien COVID-19 berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala), di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menambah dua ruang isolasi dengan 50 tempat tidur untuk mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tempat tidur tambahan untuk pasien COVID-19 berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala), di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 15 Januari 2021. Pemerintah Kota Bekasi menambah dua ruang isolasi dengan 50 tempat tidur untuk mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di seluruh rumah sakit terus menanjak seiring peningkatan kasus Covid-19. Data terkini, sudah 56 persen dari 1.706 tempat tidur isolasi di rumah sakit telah terisi.

    "Rumah sakit BOR-nya baru 56 persen, masih aman," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Senin, 14 Juni 2021.

    Dibandingkan data sepekan sebelumnya, tingkat keterisian mengalami kenaikan hingga 21 persen dari angka 35 persen. Padahal, BOR di Kota Bekasi pernah mencapai angka terendah, yaitu 15 persen selama pemberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat atau PPKM.

    "Menurut investigasi kita, ternyata lebih banyak karena ke luar daerah," ucap Rahmat Effendi.

    ADVERTISEMENT

    Di Perumahan Taman Harapan Baru, Kecamatan Medansatria, misalnya, hasil penelusuran tim Satgas Covid-19, ada warga terpapar usai menghadiri hajatan dan arisan di luar daerah. Ketika diperiksa secara masif, ditemukan 26 kasus. Data terkini bertambah menjadi 47 kasus Covid-19 di perumahan itu.

    "Trackingnya kita tambah, mudah-mudahan cukup sampai di situ, kita bisa meng-cut," kata Rahmat Effendi.

    Pemerintah Bekasi tetap memberlakukan lockdown mikro di wilayah tersebut. Karantina wilayah ini diberlakukan untuk memudahkan petugas dari pusat kesehatan masyarakat (pskesmas) dalam melakukan pelacakan kasus pada klaster Covid-19 di Taman Harapan Baru.

    "Pokoknya saya minta kepada dua kepala puskesmas di kelurahan itu untuk me-lockdown warga sekitar, trackingnya kita tambah supaya dia jangan ke mana-mana," kata Rahmat Effendi.

    Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id, jumlah kasus Covid-19 secara kumulatif sudah mencapai 45.736, dengan kasus aktif 1.025. Adapun pasien sembuh 44.127 orang dan yang meninggal 584 orang.

    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    #Jagajarak

    ADI WARSONO

    Baca juga: Ada Penambahan 2.722 Kasus Covid-19 Baru Hari Ini di DKI Jakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.