Ketua DPRD DKI Minta Lockdown Mikro di RW Zona Merah Covid-19 Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satgas COVID-19 menempelkan stiker tanda terpapar COVID-19 dirumah warga di Kawasan Sumur Batu, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Sebanyak tiga RT di RW 03 Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, melakukan karantina wilayah terbatas secara mikro (micro lockdown) setelah 34 warga di wilayah tersebut positif terpapar COVID-19. Menurut keterangan Satgas COVID-19 setempat, klaster tersebut bermula dari klaster keluarga/rumah tangga yang bekerja kantoran. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Satgas COVID-19 menempelkan stiker tanda terpapar COVID-19 dirumah warga di Kawasan Sumur Batu, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Sebanyak tiga RT di RW 03 Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, melakukan karantina wilayah terbatas secara mikro (micro lockdown) setelah 34 warga di wilayah tersebut positif terpapar COVID-19. Menurut keterangan Satgas COVID-19 setempat, klaster tersebut bermula dari klaster keluarga/rumah tangga yang bekerja kantoran. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendorong Pemerintah Provinsi agar segera memberlakukan lockdown mikro pada level RT dan RW zona merah Covid-19. Prasetyo mengatakan hal itu perlu dilakukan lantaran lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota terjadi secara signifikan. 

    "Ini harus cepat agar kasus penularan bisa segera ditekan. Karena memang kasus aktif di Jakarta sudah memasuki angka yang mengkhawatirkan," kata Prasetyo dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 15 Juni 2021. Penerapan lockdown mikro itu perlu diawasi serta kebutuhan pangan warga setempat harus dipenuhi oleh pihak kelurahan. 

    Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021 karena kondisi penularan Covid-19 yang mengkhawatirkan hingga nyaris masuk fase genting. 

    “Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu," kata Anies Baswedan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021. 

    ADVERTISEMENT

    Berdasarkan data di situs resmi corona.jakarta.go.id, total pasien Covid-19 yang ada di Jakarta pada Senin, 14 Juni 2021 sebanyak 17.444 orang. Jumlah itu terdiri dari 7.410 orang yang dirawat di rumah sakit dan 10.034 lainnya menjalani isolasi mandiri. 

    Prasetyo menyebut rata-rata pasien itu berasal dari 265 kelurahan di DKI Jakarta. Terbanyak berada di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat, dengan total 285 kasus.

    "Kemudian tercatat di Kelurahan Cengkareng Timur 194 kasus, Pademangan Timur 187 kasus, Lubang Buaya 180 kasus, Kebon Jeruk 162 kasus, dan dari kelurahan-kelurahan lainnya," tutur Prasetyo. 

    Dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus Covid-19 harian di Ibu Kota menyentuh angka di atas dua ribu. Pada 12 Juni 2021 Dinas Kesehatan mencatat ada 2.455 kasus positif baru. Sedangkan pada 11 Juni 2021 terjadi penambahan 2.293 kasus dan 2.096 kasus pada 10 Juni 2021. 

    Pada Ahad kemarin, 13 Juni 2021, tercatat ada 2.769 kasus Covid-19 tambahan. Teranyar, pada Senin kemarin, 14 juni 2021, Dinas Kesehatan mencatat ada 2.722 kasus Covid-19 baru. Persentase kasus positif atau positivity rate tercatat sebesar 17,9 persen.

    Menurut Prasetyo, perlu ada pengawasan yang ketat dari Gugus Tugas Covid-19 tingkat kelurahan untuk dapat menekan penularan Covid-19 dengan penerapan lockdown mikro. Lemahnya pengawasan, kata dia, sering kali menjadi salah satu penyebab sia-sianya upaya penanggulangan Covid-19. 

    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    #Jagajarak

    Baca juga: Cilangkap Masih Lockdown Mikro Meski Sudah Zona Oranye


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.