Pengamat: Pungli di Tanjung Priok Sudah Mengakar Bertahun-tahun

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk bermuatan peti kemas melintasi jalan tol di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 11 Juni 2021. Petugas kepolisian menangkap 49 pelaku pungli yang melakukan aksi di kawasan Tanjung Priok. ANTARA/Wahyu Putro A

    Truk bermuatan peti kemas melintasi jalan tol di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 11 Juni 2021. Petugas kepolisian menangkap 49 pelaku pungli yang melakukan aksi di kawasan Tanjung Priok. ANTARA/Wahyu Putro A

    Jakarta - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat, Djoko Setijowarno, menjelaskan aksi pungutan liar atau pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang dilakukan oleh oknum petugas bongkar muat sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

    Praktik yang sudah mengakar itu, menurut Djoko, terjadi karena berbagai faktor.  

    "Ini masalah sosial-ekonomi, jika lingkungan pelabuhan dipenuhi masyarakat yang tergolong miskin dan kumuh, maka dapat dipastikan hal itu terjadi. Bahkan juga terjadi kongkalikong dengan oknum aparat," ujar Djoko dalam keterangannya, Selasa, 15 Juni 2021. 

    Djoko menjelaskan, jika tindakan pungli dilakukan oleh beberapa individu saja, maka hal ini tak akan berlangsung lama. Namun jika praktik ini berlangsung hingga tahunan, maka dapat dipastikan ada keterlibatan oknum aparat.  

    ADVERTISEMENT

    Untuk memberantas praktik pungli hingga ke akarnya, termasuk di Tanjung Priok, Djoko menyarankan pihak pelabuhan menyisihkan sebagian dana CSR perusahaan, untuk karyawannya yang hidup di bawah garis kemiskinan.  

    "Operator Pelabuhan dapat memberikan bantuan beasiswa terhadap anak-anak di sekitar kawasan pelabuhan untuk melanjutkan sekolahnya," kata Djoko. 

     Proses antre masuk ke dalam depo kontainer yang berada di kawasan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Sabtu, 12 Juni 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Terakhir, Djoko menyarankan pihak pelabuhan meniru PT KAI dalam memberantas pungli dan aksi premanisme di kawasan stasiun. Menurut Djoko, pihak KAI sukses membuat kawasan stasiun yang dulu kumuh menjasi rapih dan menarik

    "Padahal kawasan stasiun juga dulunya penuh dengan aksi premanisme. Tapi Operator KAI punya nyali membersihkan itu," kata Djoko. 

    Sebelumnya, polisi melakukan penangkapan besar-besaran terhadap pelaku pungli terhadap sopir truk kontainer di kawasan pelabuhan.

    Hingga kemarin, jumlah pelaku yang ditangkap sudah mencapai 50 orang yang terdiri dari preman hingga oknum karyawan operator crane.

    Penangkapan besar-besaran terhadap pelaku pungli ini dilakukan tak lama setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkunjung ke Tanjung Priok dan bertemu dengan para sopir truk.

    Mereka mengeluh banyaknya pungli di kawasan pelabuhan. Presiden pun segera menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindaklanjuti keluhan itu. 

    Baca juga : Polisi Tangkap 11 Pelaku Pungli di Tanjung Priok, Uang Disimpan dalam Botol 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.