Terduga Teroris Ditangkap di Bogor, Camat: Betul Warga Kami, Penjual Kimia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bogor - Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra membenarkan telah telah terjadi penangkapan terduga teroris di wilayahnya pada Senin, 14 Juni 2021. "Betul itu warga kami, dia tinggal di wilayah Kelurahan Tegal Gundil," ujar Marse kepada Tempo, Selasa 15 Juni 2021.

    Ia mengatakan informasi soal penangkapan itu didapat dari ketua RT dan RW setempat. Berdasarkan informasi tersebut, terduga teroris yang ditangkap itu dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjual bahan kimia.

    Soal apakah terduga teroris yang ditangkap itu adalah anggota kelompok Jamaah Anshorut Daulat atau JAD, Marse mengaku tak tahu menahu. "Itu teman-teman kepolisian yang mengurusi. Kami hanya berkoordinasi. Yang pasti betul penangkapan itu ada di wilayah kami," kata Marse. 

    Seorang warga setempat yang tak mau disebut namanya mengatakan, ia sempat ditanya oleh sekelompok orang untuk bertanya tentang alamat di peta Google milik mereka. "Saya nggak tahu itu polisi awalnya, karena dia cuma bilang mau ngambil paket. Ya saya tunjukkan," kata pria berusia 31 tahun itu.

    Setelah tahu yang diantarnya adalah polisi, pria itu pun kaget. Ia pun takut dan menjauh dari lokasi penggeledahan rumah terduga teroris di Bogor itu. "Saya enggak berani mendekat, takut," ujar dia. 

    Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan tim Detasemen Khusus atau Densus 88 menangkap seorang terduga teroris di Bogor, Jawa Barat.

    Pada 14 Juni 2021 Densus mengamankan seorang tersangka pelaku teror, diamankan di Bogor, Jawa Barat atas nama KDW berusia 30 tahun," kata  Rusdi Hartono seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021.

    KDW diduga sebagai anggota jaringan teroris JAD. Menurut Rusdi, pria itu memiliki peran mempersiapkan bahan-bahan kimia sebagai bahan baku pembuatan bom.

    Baca juga: 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.