Berita Terpopuler: Perempuan Bandar Narkoba di Kampung Bahari dan Bekasi Banjir

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bermain di banjir. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    Ilustrasi bermain di banjir. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler kanal Metro pada Rabu pagi, 16 Juni 2021 adalah ditangkapnya perempuan bandar narkoba di Kampung Bahari. Berita lainnya yang popular kedua adalah banjir Bekasi lagi.

    Berikut berita terpopuler itu:

    1.Polres Jakarta Utara membekuk suami-istri Resti dan Sumpawati, bandar narkoba sekaligus pengedar di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Orang tua dari lima anak itu berjualan narkoba sejak tahun 2014. 

    "Peran yang perempuan sebagai bandar, satu lagi penjual narkoba," ujar Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Guruh Arif Darmawan saat dikonfirmasi, Selasa, 15 Juni 2021. 

    ADVERTISEMENT

    Pasangan suami istri ini berjualan narkoba dengan membuka lapak yang berada di samping rel kereta Kampung Bahari. Para pemakai akan memesan narkoba melalui Resti, lalu selanjutnya Sumpawati akan mengambilkan narkoba tersebut dari rumahnya. 

    Kepada penyidik, pasutri ini mengambil untung sebesar Rp100 ribu dari setiap transaksi. Mereka mengaku tidak memiliki pekerjaan selain menjadi pengedar narkoba. 

    "SW (Sumpawati) itu merupakan target kami sudah lama. Namun baru kali ini kami mendapatkan informasi yang tepat sehingga kami berhasil melakukan penangkapan terhadap saudari SW," ujar Kasat Resnarkoba Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Ahsanul Muqaffi. 

    Sumpawati bersama suaminya ditangkap polisi pada Jumat, 11 Juni 2021 bersama empat orang bandar narkoba Kampung Bahari lainnya. Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan penyidik dari penggerebekan pesta sabu berkedok family gathering di Puncak awal Juni 2021. Guruh mengatakan akan mengembangkan kasus ini lebih jauh untuk mencari tersangka lainnya. 

    2. Banjir melanda sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat, Selasa malam, 15 Juni 2021. Ini setelah wilayah itu diguyur hujan deras lebih dari dua jam.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, banjir terjadi cenderung di wilayah selatan Bekasi seperti Bantargebang, Tambun Selatan, dan sebagian wilayah Jatiasih, meski Kecamatan Rawalumbu di wilayah timur pun banjir. Ketinggian air bervariasi, ada yang mencapai satu meter.

    Banjir di Rawalumbu menyebabkan akses dua perumahan terputus. Di Perumahan Taman Narogong Indah berdasarkan laporan BPBD ketinggian mencapai satu meter, akses utama jalan terputus sejak dari jembatan dua. "Banjir parah, motor tidak bisa lewat," kata Ramdeny yang tengah berada di Jembatan Dua Narogong malam ini pukul 19.30 WIB.

    Sama halnya di Perumahan Rawalumbu. Air memutus jalan utama dari jembatan nol hingga ke depan RS Rawalumbu. Rumah-rumah penduduk juga terendam hingga sebetis orang dewasa.

    Di Kecamatan Rawalumbu, banjir juga melanda Perumahan Pondok Hijau Permai, Bumi Bekasi Baru, dan Perumahan Suzuki. Ketinggian bervariasi hingga mencapai sedengkul orang dewasa. Perumahan elite Kemang Pratama juga banjir di jalan utama.

    Sedangkan banjir di Bantargebang menyebabkan genangan parah di Jalan Cipendawa Baru sampai Fly Over. Banyak kendaraan mogok di sana.

    Adapun banjir di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi menyebabkan akses utama Perumahan Jatimulya terputus. Genangan air di jalan raya mencapai sedengkul orang dewasa. "Jalanan seperti kali," kata Ade Darmawan.

    Kepala BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa menyebut, lokasi terparah berada di Perumahan Taman Narogong Indah. Ketinggian mencapai 100 sentimeter di jalan utama. "Tidak ada pengungsi dan korban jiwa," kata Agus dikonfirmasi wartawan malam ini mengenai banjir.

    Berita terpopuler bisa dibaca di sini. 

    Baca juga: Berita Terpopuler: Warga 18 Tahun ke Atas Bisa Vaksinasi dan Penutupan Gerai McD

    M. JULNIS FIRMANSYAH | ADI WARSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.