Desak Anies Baswedan Tarik Rem Darurat, PSI: Jakarta di Ambang Garis Kritis

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan ranjang yang akan digunakan sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di tower 8 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021. Hingga saat ini, tahapan persiapan sudah mencapai 75 persen. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas menyiapkan ranjang yang akan digunakan sebagai ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di tower 8 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021. Hingga saat ini, tahapan persiapan sudah mencapai 75 persen. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRR DKI Jakarta mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan segera menarik rem darurat. Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza menyampaikan, rem darurat diperlukan guna menekan penularan Covid-19 yang semakin tak terkendali.

    "Jangan sampai terlambat lindungi warga, segera tarik rem darurat," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Juni 2021.

    Anthony menilai PSBB ketat bisa meredam lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. Jumlah pasien yang terinfeksi virus corona memang melonjak sejak 9 Juni 2021. Penambahannya mencapai di atas 2 ribu orang per hari.

    Belum lagi, persentase keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit (BOR) ikut meninggi. Pemerintah DKI mencatat tempat tidur isolasi telah terpakai 78 persen dan ICU 73 persen per 15 Juni 2021.

    ADVERTISEMENT

    "Saat ini kondisi Jakarta sudah di ambang garis kritis," ucap politikus PSI itu.

    Anthony menambahkan, DKI harus membantu tenaga medis agar tak kewalahan dan menyelamatkan warga.

    "Apa harus menunggu semua ruang rawat penuh dan sistem rumah sakit kolaps baru Gubernur Anies ambil tindakan tegas?" kata anggota Komisi C Bidang Keuangan DPRD DKI ini.

    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    #Jagajarak

    Baca juga: Berikut Permintaan Jokowi Buat Anies Baswedan Soal Situasi Covid-19 DKI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.