Kronologi Satgas Covid-19 Bubarkan Pesta Pernikahan di Cabangbungin Bekasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Satpol PP / Satuan Polisi Pamong Praja. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi Satpol PP / Satuan Polisi Pamong Praja. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Bekasi -Petugas gabungan dari Satgas Covid-19 Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membubarkan pesta hajatan pernikahan di Kampung Capjaya RT 005/002 Desa Lenggah Sari pada Rabu kemarin.

    Hal itu karena dikhawatirkan menimbulkan klaster keluarga yang baru.

    "Pembubaran ini terkait larangan menggelar resepsi nikah oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi setelah temuan klaster baru dari pesta hajatan atau resepsi pernikahan," kata Kapolsek Cabangbungin AKP Sukarman, Rabu petang, 16 Juni 2021.

    Kegiatan pembubaran dilakukan puluhan petugas gabungan dari kepolisian, Koramil, serta Satpol PP Cabangbungin menyusul tidak diterapkannya protokol kesehatan di lokasi itu.

    ADVERTISEMENT

    Sukarman mengatakan kegiatan pembubaran kerumunan warga di pesta pernikahan itu dilakukan setelah petugas menerima laporan warga setempat tentang adanya kegiatan yang dimaksud.

    Berbekal informasi itu petugas kemudian melakukan pendalaman dan peninjauan ke lapangan.

    Saat tiba di lokasi pesta pernikahan, petugas menemukan banyak tamu undangan yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan berkerumun.

    "Langsung kami minta acara pernikahan tersebut dibatalkan karena menimbulkan kerumunan banyak orang dan tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat," ungkapnya.

    Petugas juga membuat surat pernyataan yang diserahkan kepada warga setempat terkait larangan menggelar kembali pesta pernikahan dan bagi keluarga penggelar hajat diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya atau terancam sanksi pidana.

    "Karena itu dengan terpaksa kami mengimbau kepada warga untuk membubarkan diri dan proses pembubaran dilakukan secara persuasif serta humanis," katanya.

    Sukarman mengaku pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak menggelar acara keramaian di masa pandemi COVID-19.

    "Kami tidak akan pandang bulu dan tetap akan membubarkan acara yang menimbulkan kerumunan. Kalau masih dihiraukan kita tindak tegas. Hukum tertinggi saat ini keselamatan masyarakat," kata dia ihwal pembubaran oleh tim gabungan Satgas Covid-19 itu.

    Baca juga : Menag Larang Kegiatan Ibadah di Zona Merah, Wagub DKI: Interaksi Sulit Terlacak
    #Cucitangan, #Pakaimasker, #Jagajarak
    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.