Anies Baswedan Minta Warganya Tak Keluar Rumah di Akhir Pekan, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto (kanan) meninjau proses lifting rangka atap saat pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengangkatan tersebut menggunakan alat bantu dongkrak hidraulik (Hydraulic Jack). ANTARA/Deka Wira Saputra

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto (kanan) meninjau proses lifting rangka atap saat pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengangkatan tersebut menggunakan alat bantu dongkrak hidraulik (Hydraulic Jack). ANTARA/Deka Wira Saputra

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga Jakarta untuk menahan diri beraktivitas di luar rumah saat akhir pekan.

    Pesan ini disampaikan untuk memangkas penularan Covid-19 semakin luas. Pasalnya saat ini angka kasus Covid-19 di ibu kota tengah mengkhawatirkan.

     
    Menurut Anies, mobilitas masyarakat sangat berisiko memicu penularan virus corona aoalagi sudah ditemukan sejumlah varian baru yang penularannya 10 kali lebih cepat dari biasanya.
     
    "Kami menganjurkan seluruh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya, hari Sabtu-Minggu besok di rumah saja, kecuali ada kebutuhan yg mendesak dan mendasar," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 18 Juni 2021.
     
    Anies juga kembali mengimbau warganya untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penularan Covid-19.

    "Saat ini kita masih dalam kondisi pandemi, karena itu taati protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak, kemudian cuci tangan, di hari-hari ke depan tetap di rumah kecuali ada kebutuhan mendesak," katanya.

     
    Sebelumnya, angka kasus Covid-19 di Jakarta melonjak pascalibur Lebaran. Keterisian tempat tidur yang pada Mei lalu hanya 17 persen kini sudah hampir 90 persen.

    Bahkan pada Kamis, 17 Juni lalu, jumlah kasus aktif di DKI lebih dari 4 ribu orang. Naik dua kali lipat dibanding rata-rata kasus sepekan sebelumnya. Hal itu membuat beberapa pihak meminta Anies Baswedan mengambil langkah lebih sigap. 

    Baca juga : Jadi Sarang Prostitusi, Kos-kosan di Pulogadung Disegel Satpol PP

    ADVERTISEMENT

    #Jagajarak, #Pakaimasker, #Cucitangan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.