Wali Kota Bekasi Soal RSD Stadion Patriot Terisi Lagi: Mungkin Besok Penuh

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga antre saat mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 14 Juni 2021. Vaksinasi tersebut diikuti 1.500 warga guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga antre saat mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 14 Juni 2021. Vaksinasi tersebut diikuti 1.500 warga guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, rumah sakit darurat (RSD) Stadion Patriot kembali terisi pasien Covid-19.

    Rumah sakit dadakan ini sempat dikosongkan lebih dari sebulan ketika penyebaran virus corona melandai.

    "Sekarang 36 (pasien), mungkin besok sudah penuh itu," kata Rahmat Effendi di RSD Stadion Patriot, Jumat, 18 Juni 2021.

    Kapasitas RSD Stadion Patriot mencapai 110 tempat tidur. Di sini hanya dipakai untuk pasien tanpa gejala yang tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah. Sempat kosong lebih dari sebulan pada periode April-Mei lalu. Ketika itu, bed ocupancy ratio (BOR) sebesar 15 persen.

    ADVERTISEMENT

    Rupanya kasus Covid-19 kembali melonjak sejak awal Juni. Keterisian tempat tidur di seluruh rumah sakit juga menanjak. Catatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi per 14 Juni, rasio keterisian tempat tidur mencapai 66,31 persen. Adapun total tempat tidur di seluruh rumah sakit baik swasta maupun pemerintah sekitar 1.720.

    "Memang sudah begini (naik) sekarang," kata Rahmat Effendi sambil memperagakan grafik naik menggunakan tangan.

    Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id, kasus Covid 19 di Kota Bekasi sudah mencapai 47.305 semenjak pandemi, dimana kasus aktif sekarang ada 1.950. Di laman ini, temuan kasus baru dalam sehari sebanyak 833, sementara pasien meninggal dunia bertambah lima orang.

    Karena itu, Rahmat meminta masyarakat sadar diri pentingnya menjalankan protokol kesehatan, sambil pemerintah mengebut vaksinasi.

    "Makanya teman-teman pers, sampaikan ke saudara, teman, masyarakat, untuk mematuhi prokes yang ada. Virus ini bisa dicegah, bisa ditangkal hanya dengan prokes dan kesadaran kita," ucap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

    Baca juga : Kasus Meningkat, Dokter Sebut Nakes Bisa Dilematis Pilih Pasien Covid-19

    #Jagajarak, #Pakaimasker, #Cucitangan

    ADI WARSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.