Ikut Arahan Menteri Agama, Keuskupan Agung Jakarta Setop Misa Offline

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan pejagaan saat misa Minggu Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Ahad, 4 April 2021. Sejumlah personel gabungan TNI-Polri disipakan untuk melakukan pengamanan di sejumlah gereja pada perayaan Paskah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas kepolisian melakukan pejagaan saat misa Minggu Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Ahad, 4 April 2021. Sejumlah personel gabungan TNI-Polri disipakan untuk melakukan pengamanan di sejumlah gereja pada perayaan Paskah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menetapkan 21 paroki yang berada di wilayah DKI Jakarta untuk menghentikan sementara pelaksanaan misa secara offline. Keputusan ini dibuat berdasarkan aturan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Rabu 16 Juni 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadat karena situasi pandemi Covid-19.

    “Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Agama Republik Indonesia No. SE 13 tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadat, maka Keuskupan Agung Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. 295/3.5. 1.2/2021 berupa beberapa catatan dan keputusan yang merupakan hasil penegasan bersama Bapak Uskup dan Kuria KAJ,” kata Sekretaris KAJ Adi Prasojo melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 18 Juni 2021.

    KAJ menetapkan 21 paroki di wilayah DKI Jakarta dan areanya itu dipertimbangkan sebagai zona merah dan zona oranye sehubungan dengan kondisi sebaran Covid-19. 

    Kegiatan lainnya seperti Sakramen Baptis, Sakramen Penguatan, dan Penerimaan Komuni Pertama di gereja juga harus dihentikan sementara.

    ADVERTISEMENT

    Prasojo menyampaikan bahwa KAJ akan melakukan pemantauan terus menerus bersama TGK (tim gugus kendali) Paroki dengan selalu berdiskusi dengan TGK KAJ.  

    “Keuskupan Agung Jakarta akan selalu memantau perkembangan dan akan menginformasikan waktu untuk memulai kembali pelaksanaan misa offline dan pelayanan Sakramen yang disebutkan di atas, sesuai dengan arahan dari pemerintah,” kata Prasojo.

    Peraturan Menteri Agama dan Keuskupan Agung Jakarta ini diambil untuk merespon situasi wabah Covid-19 di Jakarta yang saat ini dalam fase genting. Bahkan, kasus Covid-19 baru bertambah sampai 4.144 kasus dalam sehari. 

    ZEFANYA APRILIA | TD 

    Baca juga: Menjelang New Normal, Keuskupan Agung Jakarta Bersiap Buka Gereja


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.