Pegiat Olahraga Dilarang Berkerumun karena Angka Kasus Covid-19 Meroket

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda balap atau road bike melintas di salah satu ruas jalan di Jakarta, Ahad, 6 Juni 2021. Dari tiga lajur yang ada di sepanjang Sudirman-Thamrin, selama uji coba tersebut dua lajur paling kanan diperuntukkan bagi pengguna kendaraan bermotor. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengendara sepeda balap atau road bike melintas di salah satu ruas jalan di Jakarta, Ahad, 6 Juni 2021. Dari tiga lajur yang ada di sepanjang Sudirman-Thamrin, selama uji coba tersebut dua lajur paling kanan diperuntukkan bagi pengguna kendaraan bermotor. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jakarta - Polda Metro Jaya melarang aktivitas olahraga masyarakat yang bersifat menimbulkan kerumunan. Hal itu menyusul angka penularan Covid-19 yang kembali meroket.  

    "Mulai Sabtu dan Ahad ini kami menertibkan dan membatasi kegiatan olahraga yang berisiko kerumunan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Sabtu, 19 Mei 2021. 

    Salah satu aktivitas olahraga yang akan dibatasi untuk dilaksanakan adalah bersepeda secara berombongan. Pembatasan ini dilakukan karena masyarakat kerap berkerumun setelah bersepeda

    Ahad besok, jalan layang non-tol yang biasa diuji coba untuk sepeda, ditiadakan. "Sabtu dan Ahad, jalan layang non tol hanya untuk mobil," ujar Sambodo. 

    ADVERTISEMENT

    Saat ini, kasus Covid-19 di Ibu Kota melonjak sejak 9 Juni 2021. Penyebabnya karena libur Lebaran 2021. Pasien Covid-19 terus bertambah di kisaran 1-2 ribu orang setiap harinya. 

    Pada Kamis kemarin, angka pasien yang terinfeksi virus Corona melonjak mencapai 4.144 orang. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua selama wabah Covid-19 di Jakarta. Penambahan tertinggi terjadi pada 7 Februari 2021 sebanyak 4.213.

    Kebijakan menarik rem darurat pernah diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 14 September 2020. Saat itu Anies menyebut kebijakan diambil berdasarkan tiga poin pertimbangan yaitu angka kematian di Jakarta yang terus meningkat, ketersediaan tempat tidur isolasi, dan keterisian ruang ICU untuk pasien Covid-19.

    Pemerintah DKI berusaha menekan angka kasus Covid-19 dengan melarang kerumunan, di antaranya dengan melarang orang berkerumun yang ditimbulkan oleh kegiatan olahraga bersama.

    Baca: PSBB Transisi di Jakarta, Ratusan Orang Olahraga Pagi di GBK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.