Berita Terpopuler: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet dan Keterisian Tempat Tidur

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengelola RS ini telah menambah 1.400 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Gedung RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengelola RS ini telah menambah 1.400 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler kanal Metro, Ahad, 20 Juni 2021 adalah tentang jumlah pasien Covid- 19 di Wisma Atlet yang melonjak, dan data keterisian 
    tempat tidur isolasi yang terisi 89 persen, sedangkan ICU 81 persen. Menurut pengelola Wisma Atlet, jumlah pasien Covid-19 pasalibur Lebaran 2021 ini lebih gila dari pasien setelah libur Natal 2020.

    Berikut kilasannya:

    1.Jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran terus bertambah. Bahkan menurut Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Letkol Laut Muhammad Arifin menyatakan pasien yang datang ke Wisma Atlet untuk isolasi dan perawatan, jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan yang terjadi pada libur Natal dan Tahun Baru 2020.

    "Ini lebih gila dan naiknya drastis sekali. Ini tertinggi selama RSD ini berdiri," ujar Arifin saat dihubungi, Sabtu, 19 Juni 2021. 

    ADVERTISEMENT

    Pada Jumat malam lalu, jumlah pasien Covid-19 di Tower 8 masih sekitar 520 orang. Sehari setelahnya, jumlahnya naik dua kali lipat menjadi 1.026. Dengan kenaikan drastis ini, Arifin mengatakan 1.000 kasur kosong di RSD Covid-19 Wisma Atlet dapat terisi hanya dalam waktu dua hari saja. 

    "Ya, kalau tiap hari datangnya 500 lebih (RSD Wisma Atlet bisa full), dua hari terakhir kan bahkan pernah datangnya 600," ujar Arifin. 

    Melonjaknya jumlah pasien ini tentu membuat tenaga kesehatan bekerja lebih keras dari biasanya. Untuk perawat, Arifin menjelaskan satu orang perawat biasanya akan mulai mengurus pasien setelah beristirahat selama empat shift. Namun saat ini jedanya hanya menjadi tiga shift saja. 

    Untuk dokter, Arifin mengatakan saat ini satu dokter harus memegang pasien di empat lantai. Namun jumlah itu akan berkurang seiring datangnya 150 dokter bantuan dari Kementerian Kesehatan. 

    Sebelumnya, berdasarkan data RSD Covid-19 Wisma Atlet, jumlah pasien yang dirawat saat ini sebanyak 7.056 pasien. Jumlah tersebut bertambah 590 orang pada hari ini. Mereka menjalani rawat inap secara tersebar di lima tower, yakni tower 4, 5, 6, 7 dan 8.

    2. Keterisian tempat tidur isolasi atau Bed Occupancy Rate alias BOR di DKI Jakarta per Sabtu, 19 Juni 2021 telah mencapai 89 persen.

    "Terpakai 7.919 dari 8.924." Demikian data dari Pemerintah DKI Jakarta yang diterima Tempo. Tidak cuma tempat tidur isolasi, ruang ICU atau Intensive Care Unit di Ibu Kota juga tercatat hampir mencapai puncaknya. Per hari ini telah terisi 81 persen atau terpakai 963 dari 1.189.

    Dinas Kesehatan DKI mendiagnosis 4.895 kasus positif Covid-19 baru pada hari ini. Angka itu didapat setelah Dinas melakukan tes PCR kepada 16.797 orang.

    "Hasilnya 4.895 positif dan 11.902 negatif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia secara tertulis.

    Selain PCR, Dinas dan jajarannya juga melakukan tes antigen kepada 4.808 orang pada hari ini. Hasilnya, sebanyak 434 orang positif dan 4.374 negatif.

    Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengutarakan tempat tidur isolasi telah terisi 84 persen. Tersedia 8.524 tempat tidur isolasi di 139 rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. "Sebanyak 8.524 tempat tidur isolasi yang saat ini terisi 84 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 17 Juni 2021

    Berita terpopuler ini bisa dibaca di sini.

    Baca: Berita Terpopuler: Kos-kosan Prostitusi Online dan Cerita dari Wisma Atlet

    M. JULNIS FIRMANSYAH | M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.