Positivity Rate Covid-19 DKI 25,2 Persen: Melonjak Tinggi dari Standar WHO

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    Jakarta - Angka positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 sepekan terakhir di DKI Jakarta telah mencapai 25,2 persen.

    Angka ini lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis, Ahad, 20 Juni 2021.

    Sementara ihwal target orang yang harus dites PCR menurut WHO, yaitu 1.000 per sejuta penduduk per minggu, telah dilampaui oleh Jakarta. Menurut perhitungan WHO itu, minimum 10.645 orang di DKI yang dites per pekan.

    ADVERTISEMENT

    "Dalam seminggu terakhir ada 103.210 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 396.394 per sejuta penduduk," kata Dwi.

    Pada Ahad ini, 20 Juni 2021, kasus positif Covid-19 menembus rekor baru. Dari 16.636 orang yang di dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru, sebanyak 5.582 dinyatakan positif dan 11.054 lainnya negatif.

    Adapun distribusi 5.582 kasus positif hari ini, kata Dwi, didominasi dari daerah Jakarta Timur. Detailnya adalah Kepulauan Seribu 7 kasus, Jakarta Barat 1.220 kasus, Jakarta Pusat 669 kasus, Jakarta Selatan 1.082 kasus, Jakarta Timur 1.562 kasus, dan Jakarta Utara 1.042 kasus.

    "Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Cengkareng 238 kasus, Penjaringan 208 kasus, Tanjung Priok 206 kasus, dan Cilincing 202 kasus," kata dia terkait positivity rate yang tinggi itu.

    Baca juga : Anies Baswedan: DKI Jakarta Amat Genting Kasus Covid-19
    #Pakaimasker, #Jagajarak, #Cucitangan

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.