Permintaan Plasma Konvalesen di PMI Tangerang Selatan Capai 20 Orang Per Hari

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasukkan kantong yang berisi plasma konvalesen ke kotak penyimpanan di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Ajakan berdonor bagi penyintas Covid-19 semakin digencarkan menyusul besarnya kebutuhan pasien COVID-19 yang sedang berjuang untuk sembuh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas memasukkan kantong yang berisi plasma konvalesen ke kotak penyimpanan di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Ajakan berdonor bagi penyintas Covid-19 semakin digencarkan menyusul besarnya kebutuhan pasien COVID-19 yang sedang berjuang untuk sembuh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Palang Merah Indonesia atau PMI kota Tangerang Selatan membutuhkan banyak plasma konvalesen bagi pasien Covid-19. Kepala Unit Donor Darah PMI kota Tangsel Suhara Manulang mengatakan banyak permintaan plasma konvalesen sehingga masyarakat yang sudah sembuh dari Covid-19 diimbau mendonorkan plasma konvalesennya.

    "Plasma konvalesen sangat dibutuhkan karena memang tidak semua PMI diberikan kewenangan untuk melakukan donor plasma konvalesen dan pengolahannya," kata Suhara Manulang di Tangsel, Ahad 20 Juni 2021.

    Menurut Suhara, PMI Tangerang Selatan menjadi salah satu PMI yang diberikan kewenangan untuk pengolahan plasma konvalesen di Indonesia sehingga banyak yang menghubungi PMI kota Tangsel.

    "Sekarang lonjakan di mana-mana, tidak hanya di Tangsel saja, seluruh Indonesia membutuhkan. Yang minta plasma konvalesen ke sini 10 sampai 20-an untuk berbagai golongan," ujarnya.

    Dengan banyaknya permintaan tersebut, PMI Tangerang Selatan membuka daftar tunggu bagi pasien yang membutuhkan plasma konvalesen.

    "Kita pakai sistem daftar tunggu, jadi yang daftar membutuhkan plasma konvalesen kita kontak apabila ketersediaan sudah ada, karena permintaan banyak tapi suplainya sedikit," ungkapnya.

    Kendala ketersediaan plasma konvalesen adalah banyak pasien Covid-19 yang sudah sembuh dan akan mendonorkan plasma konvalesen tetapi tidak lolos di tahap pemeriksaan.

    "Biasanya setelah diperiksa ternyata imunnya tidak kuat biasanya di situ yang tidak bisa melanjutkan donor plasma konvalesen, padahal satu orang bisa menghasilkan dua kantong plasma konvalesen" katanya.

    Saat ini, pasien yang sudah sembuh Covid-19 bisa langsung menjadi donor plasma konvalesen di PMI kota Tangsel, selain itu ia juga jemput bola ke Rumah Lawan Covid-19.

    "Jadi kalau ke Rumah Lawan Covid-19 ini bagi pasien yang sudah sembuh dan ingin pulang kita sosialisasi siapa yang ingin mendonorkan plasma konvalesen, kalau ada yang mau langsung kita periksa untuk tahap berikutnya," tambahnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Baca juga: Donor Plasma Konvalesen Disosialisasikan PMI-Polsek Jatiuwung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.