Tes Antigen Acak di Stasiun Bogor, Satu Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di kereta dari Stasiun Bogor ke Stasiun Jakarta Kota, pukul 07:30 sampai 08:00. Tempo/Rafi Abiyyu.

    Suasana di kereta dari Stasiun Bogor ke Stasiun Jakarta Kota, pukul 07:30 sampai 08:00. Tempo/Rafi Abiyyu.

    TEMPO.CO, Bogor - Puluhan calon penumpang KRL mengikuti tes antigen secara acak yang dilakukan petugas PT KAI Commuter di Stasiun Bogor, Senin. Tes antigen acak ini akan dilaksanakan selama satu minggu ke depan. 

    "Stasiun Bogor menjadi satu dari enam stasiun di Jabodetabek yang dilakukan tes antigen acak karena volume pengguna KRL yang tinggi saat keberangkatan, " kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, Senin, 21 Juni 2021.

    Dia mengatakan, selain stasiun Bogor pihak KCI pun melakukan tes acak antigen serentak di stasiun Bekasi, Cikarang, Tangerang, Manggarai, dan Tanah Abang, dengan kuota tes 100 calon penumpang di masing-masing stasiun. 

    "Namun karena jumlah calon penumpang yang keberangkatan dari stasiun Bogor pagi ini sangat padat untuk hari ini kuota yang disediakan sebanyak 200 alat test usap bagi calon penumpang, "kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Anna, mengatakan tes antigen acak ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19
    karena Commuterline merupakan moda transportasi favorit warga di Jabodetabek. 

    "Untuk tes acak antigen pada sore hari dilakukan di stasiun Manggarai dan Tanah Abang yang dipadati calon dan menjadi stasiun kepulangan,"kata dia.

    Dia mengatakan KAI Commuter berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengantisipasi jika ditemukan ada calon penumpang yang reaktif Covid-19. Calon penumpang KRL itu akan diarahkan untuk melakukan tes PCR. 

    "Hasil sementara baru ada satu calon penumpang yang positif kita arahkan ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan tes PCR," kata.

    Anna mengatakan, KAI Commuter juga masih melakukan pembatasan penumpang KRL di setiap gerbong agar setiap penumpang bisa memberlakukan jaga jarak dengan penumpang lainnya. "Kami juga menambah jumlah keberangkatan dalam satu harinya sebanyak 998 perjalanan hingga pukul 22.00 malam," kata dia.

    M SIDIK PERMANA 

    Baca juga: Ada Penataan Pedestrian Stasiun Bogor, Akses Penumpang KRL Dialihkan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.