Pasien Covid-19 DKI Gawat, Pengelola Wisma Atlet: Hulunya Harus Dicekik

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tenaga kesehatan mengendarai kendaraan yang membawa sepatu untuk disterilkan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa 15 Juni 2021. Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono, pihaknya menambah jumlah kapasitas tempat tidur menjadi 7.394 dari 5.994 akibat tingginya penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang tenaga kesehatan mengendarai kendaraan yang membawa sepatu untuk disterilkan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa 15 Juni 2021. Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono, pihaknya menambah jumlah kapasitas tempat tidur menjadi 7.394 dari 5.994 akibat tingginya penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ihwal situasi pasien Covid-19 yang genting, koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet Letnan Kolonel Laut M. Arifin menyarankan pemerintah untuk menekan penularan Covid-19 di hulu.

    Jika tidak, menurut dia, penanganan pasien di Wisma Atlet Kemayoran bisa-bisa kolaps.

    "Kalau hulu tidak dicekik, begini terus, seminggu lagi kolaps kita," kata dia saat dihubungi, Senin, 21 Juni 2021.

    Saran ini dia sampaikan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Arifin berujar, Budi menghubunginya pagi tadi. Budi menyampaikan ada rapat dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pagi ini.

    ADVERTISEMENT

    "Pokoknya rapat genting," ujar dia.

    Kasus Covid-19 di Jakarta memang tengah melonjak. Penambahan pasien Covid-19 kini mencapai lebih dari empat ribu orang per hari.

    Bahkan, pada 20 Juni, kasus di Ibu Kota bertambah 5.582. Ini adalah rekor tertinggi selama pandemi Covid-19.

    Arifin mengutarakan, kapasitas tempat tidur isolasi di Wisma Atlet Kemayoran tersisa 18 persen. Sementara Tower 8 Wisma Atlet Pademangan sudah ditutup sejak kemarin, karena penuh pasien Covid-19.

    Baca juga : Wakil Ketua Komisi DPR: Kenapa Anies Baswedan Belum Tarik Rem Darurat?
    #Cucitangan, #Jagajarak, #Pakaimasker


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.