Update BOR RS Covid-19 di Kota Bekasi Tersisa 14 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien positif Covid-19 berjemur di halaman depan Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 21 Juni 2021. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kasus Covid-19 di wilayah melonjak tajam. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pasien positif Covid-19 berjemur di halaman depan Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 21 Juni 2021. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kasus Covid-19 di wilayah melonjak tajam. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi mencatat Bed Occupancy Rate (BOR) tempat tidur isolasi untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta mencapai 86,03 persen.

    "Grafiknya terus meningkat," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi pada Senin, 21 Juni 2021.

    Kapasitas tempat tidur isolasi rumah sakit di Kota Bekasi 1.940 dan sudah terisi 1.669 pasien Covid-19. Adapun kasus aktif tercatat sebanyak 2.195. Artinya, tidak semua pasien terinfeksi virus corona dirawat di rumah sakit.

    "Rumah sakit umum kita full, yang tipe D hampir full," kata Rahmat Effendi.

    ADVERTISEMENT

    Wali Kota Bekasi itu mengatakan pasien Covid-19 di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid sudah melebihi kapasitas tempat tidur isolasi yang tersedia. Jumlah pasien Covid-19 mencapai 269 orang, sementara tempat tidur isolasi hanya 235. Sementara di RSUD tipe D Bantargebang dari kapasitas 31 sudah terisi 29 tempat tidur.

    "RSUD tipe D Jatisampurna terisi full 28 tempat tidur, Pondok Gede full 34 tempat tidur," kata Rahmat Effendi.

    Adapun RSUD tipe D Bekasi Utara sudah terisi 41 dari kapasitas sebanyak 98 tempat tidur. Sementara di RSD Stadion Patriot Chandrabhaga dengan kapasitas 100 TT telah terisi 40 tempat tidur.

    "BOR ICU Covid-19 sudah 66,87 persen, dari kapasitas 157 tempat tidur di seluruh rumah sakit," ucap Rahmat Effendi.

    Rahmat mengingatkan pentingnya menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona lebih masif lagi. Sebab, ketersediaan tempat tidur isolasi Covid-19 semakin menipis. "Virus ini bisa dicegah, bisa dikendalikan dengan menerapkan prokes yang baik," kata Rahmat Effendi.

    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    #Jagajarak

    ADI WARSONO

    Baca juga: 5 Fakta Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta yang Makin Menipis


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.