Pembatasan Mobilitas Hari Pertama di Jakarta, Polisi: Ojol Boleh Antar Makanan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga di Jalan Cikini Raya saat pemberlakuan pembatasan mobilitas pengguna jalan pada masa PPKM Mikro, di Jakarta, Senin malam, 21 Juni 2021. TEMPO/Caesar Akbar

    Petugas berjaga di Jalan Cikini Raya saat pemberlakuan pembatasan mobilitas pengguna jalan pada masa PPKM Mikro, di Jakarta, Senin malam, 21 Juni 2021. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan penerapan Pembatasan Mobilitas warga semalam berjalan lancar. Ia mengatakan tak ada kerumunan warga atau pedagang yang terjadi sebelum penerapan pembatasan dilakukan. 

    "Kami cek, Alhamdulillah kondusif, sepi para pedagang dan tidak ada kerumunan," ujar Sambodo saat dikonfirmasi, Selasa, 22 Juni 2021. 

    Sambodo mengatakan Polda Metro Jaya juga  tak mendapat keluhan dari masyarakat yang tinggal di kawasan pemberlakuan pembatasan sosial. Sebab, masyarakat tetap bisa beraktivitas walaupun ada penutupan jalan di sekitar tempat tinggal mereka. 

    "Penghuni bisa melintas, layanan kesehatan juga, rekan ojek online misalnya mau mengantar barang atau makanan, masih bisa diperbolehkan lewat," kata Sambodo. 

    ADVERTISEMENT

    Penutupan jalan ini diberlakukan sejak pukul 21.00 hingga pukul 04.00. Terdapat 10 ruas jalan yang ditutup oleh polisi.

    Alasan polisi melakukan penutupan 10 ruas jalan tersebut karena kerap terjadi pelanggaran protokol kesehatan di sana, karena banyak restoran dan tempat makan yang mengundang kerumunan. 

    Polda Metro Jaya mengerahkan 200 personel untuk menjaga penutupan 10 ruas jalan di Jakarta.

    Sambodo mengatakan polisi belum menentukan sampai kapan pembatasan mobilitas warga ini diberlakukan. "Jadi sampai kapan? Sifatnya situasional, artinya kalau memang dirasakan sudah cukup sudah membaik di situ, kami akan berhentikan pembatasan dan bisa saja kemudian pindah ke kawasan lainnya," ujar Sambodo. 

    Baca juga: Polda Metro Jaya Berlakukan Pembatasan Mobilitas Pengguna Jalan di 10 Lokasi, Jam Malam Mini?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.