Ketua DPRD DKI Sentil Anies Baswedan Lewat Pantun pada HUT DKI Jakarta ke-494

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji  (kanan) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (kedua kanan) memeriksa kesiapan pasukan usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, apel kesiapan tersebut dilakukan terkait dengan adanya penambahan kasus COVID-19 di Jakarta yang tinggi dalam satu pekan terakhir yaitu dari 11.500 pada 6 Juni lalu menjadi 17.400. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji (kanan) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (kedua kanan) memeriksa kesiapan pasukan usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, apel kesiapan tersebut dilakukan terkait dengan adanya penambahan kasus COVID-19 di Jakarta yang tinggi dalam satu pekan terakhir yaitu dari 11.500 pada 6 Juni lalu menjadi 17.400. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyentil Gubernur Anies Baswedan lewat pantun. Sindiran itu dilakukan Prasetyo pada akhir rapat paripurna peringatan HUT DKI Jakarta Ke-494 di gedung DPRD DKI pada Selasa, 22 Juni 2021.

    Sebelum menutup rapat paripurna dewan, Ketua DPRD DKI Prasetyo mengatakan dirinya memiliki pantun untuk Anies. Namun, ia tidak menjelaskan konteks dari pantun tersebut.

    "Beli baja di Pantai Carita. Buat rehab rumah tua. Boleh saja punya cita-cita. Tapi selesaikan dulu masalah di Jakarta," kata Prasetyo di ruang rapat paripurna, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, pagi ini.

    Sontak beberapa anggota dewan yang hadir di ruangan tersebut tertawa. Namun, Anies Baswedan yang juga hadir dalam rapat paripurna itu terlihat tak memberikan respons apapun.

    ADVERTISEMENT

    Prasteyo tak menjelaskan apa yang dimaksudkannya dengan Anies boleh saja memiliki cita-cita. Namun nama Anies Baswedan kerap muncul dalam bursa calon presiden pada 2024.

    Teranyar, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu menyebutkan Anies Baswedan memiliki potensi menang pada Pemilihan Presiden 2024. Keyakinan Ahmad Syaikhu terhadap Anies karena ia melihat beberapa hasil survei dari lembaga survei menunjukkan dan menghasilkan peringkat yang baik untuk Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    "Peringkat survei Anies kalau tidak kesatu, kedua atau ketiga, ya seperti itu. Dan pak Anies selama ini selalu bersama PKS sejak jadi Gubernur DKI, mudah-mudahan dukungan ini terus diberikan," ujar dia.

    Bahkan, wacana Anies disandingkan bersama Ketua DPR Puan Maharani di Pilpres 2024 sempat menyeruak. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai wacana itu masuk akal.

    Menurut dia, Anies saat ini menjadi satu-satunya representasi kelompok Islam dan nonpemerintah, sedangkan Puan atau siapa pun calon dari PDI Perjuangan merupakan representasi kelompok nasionalis.

    Usulan memasangkan Puan Maharani dan Anies Baswedan di Pilpres 2024 sebelumnya dilontarkan oleh politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon. Dia juga mengusulkan agar Puan tak berpasangan dengan Prabowo Subianto.

    Baca juga: HUT DKI Jakarta Ke-494, Anies Baswedan Puji Masyarakat Betawi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.