Ketua DPRD DKI Usul ke Anies untuk Ganti Nama Jalan Kebon Sirih Jadi Ali Sadikin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersama Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI pada Senin, 19 Oktober 2020. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersama Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI pada Senin, 19 Oktober 2020. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut nama mantan Gubernur Ali Sadikin sebagai salah satu pemimpin Ibu Kota yang berhasil.

    "Dalam kesempatan ini pula ijinkanlah kami menyampaikan bahwa Jakarta pernah dipimpin oleh seorang Gubernur yang menjabat pada periode tahun 1966 sampai dengan tahun 1977 yang bernama Bapak H. Ali Sadikin. Pada masa kepemimpinan beliau banyak keberhasilan yang telah dirasakan oleh masyarakat Jakarta," kata Prasetio saat membacakan sambutan di sidang paripurna istimewa peringatan HUT DKI ke-494 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 22 Juni 2021.

    Untuk itu, Ketua DPRD DKI mengusulkan agar nama Ali Sadikin bisa diabadikan sebagai salah satu nama di gedung Blok G Balai Kota DKI Jakarta. Pemberian nama pada gedung Blok G Balai Kota tersebut menurut Prasetio adalah untuk mengenang jasa Ali Sadikin.

    "Dengan nama Graha Ali Sadikin, Pendopo Ali Sadikin atau Beranda Ali Sadikin" ujar Prasetio.

    ADVERTISEMENT

    Ia pun mengatakan agar jalan Kebon Sirih diganti menjadi Jalan Ali Sadikin. Perubahan nama yang disarankan oleh Prasetio itu dimulai dari perempatan Jalan Menteng Raya hingga Jalan MH Thamrin.

    Prasetio meminta Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menerbitkan peraturan tentang penggantian nama jalan tersebut.

    Baca juga: Ketua DPRD DKI Sentil Anies Baswedan Lewat Pantun pada HUT DKI Jakarta ke-494

    EGHA MAHDAVICKIA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.