Hari Kedua Tes Acak Antigen di Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis melakukan tes usap antigen kepada calon penumpang KRL (Kereta Rel Listrik) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Senin, 21 Juni 2021. PT KAI Commuter melakukan tes acak kepada penumpang KRL dari tanggal 21-27 Juni 2021 guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis melakukan tes usap antigen kepada calon penumpang KRL (Kereta Rel Listrik) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Senin, 21 Juni 2021. PT KAI Commuter melakukan tes acak kepada penumpang KRL dari tanggal 21-27 Juni 2021 guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Penerapan tes acak antigen di stasiun kereta rel listrik atau KRL Commuter Line memasuki hari kedua pada Selasa, 22 Juni 2021. Pemberlakuan tes acak ini mulai pukul 08.00 WIB pagi serentak di empat stasiun, yaitu Stasiun Bogor, Bekasi, Cikarang, dan Tangerang.

    “Para pengguna antusias mengikuti layanan tambahan yang diadakan KAI Commuter,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba melalui keterangan tertulis pada Selasa, 22 Juni 2021.

    Ada 80 orang di empat stasiun yang mengikuti rapid test antigen dengan hasil 5 orang diantaranya reaktif Covid-19 dan tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Data kelima orang tersebut kemudian akan dilaporkan ke Puskesmas setempat.

    Pelaksanaan tes acak antigen akan kembali berlanjut di Stasiun Tanah Abang dan Manggarai akan digelar sore ini.

    Sementara itu KAI Commuter mencatat jumlah pengguna KRL hingga pukul 11.00 WIB ada 164.151 orang atau berkurang sekitar 15% dibanding Senin, 21 Juni 2021 kemarin di waktu yang sama yang mencapai 192.610 orang. Kondisi seluruh stasiun pun terpantau lancar dan tetap kondusif.

    KAI Commuter mengimbau pengguna KRL khususnya di stasiun-stasiun lokasi tes acak antigen untuk mengikuti layanan gratis ini. Layanan tambahan ini berlangsung hingga Minggu, 27 Juni 2021 mendatang.

    Baca juga: Swab Antigen Acak di Stasiun KRL Bogor, 1 Calon Penumpang Kepergok Reaktif

    ZEFANYA APRILIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.