Bisakah Ganti Foto KTP, Bagaimana Caranya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di Kantor Lurah Pasar Baru, Jakarta, Senin, 2 November 2020. Dinas Dukcapil DKI Jakarta kembali melakukan pelayanan secara tatap muka saat dimulainya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dengan menerapkan protokol kesehatan pada warga secara prioritas yang terkendala mengakses layanan secara daring dalam mengurus administrasi kependudukan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Warga melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di Kantor Lurah Pasar Baru, Jakarta, Senin, 2 November 2020. Dinas Dukcapil DKI Jakarta kembali melakukan pelayanan secara tatap muka saat dimulainya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dengan menerapkan protokol kesehatan pada warga secara prioritas yang terkendala mengakses layanan secara daring dalam mengurus administrasi kependudukan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kartu Tanda Penduduk telah berlaku seumur hidup. Ada saja yang merasa foto yang terpampang di KTP  kurang memuaskan, atau fotonya sudah tidak seperti dirinya saat ini. Tak sedikit yang ingin mengubah fotonya lebih bagus dengan kualitas foto yang baik. Keinginan tersebut bisa saja terpenuhi asal memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

    Senada dengan itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh melalui akun TikTok pribadinya menjelaskan ada beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan seseorang bisa mengganti foto KTP. Misalnya ada perubahan fisik warga, dulunya tidak berjilbab, kini sudah mengenakan jilbab. Ataupun ada kerusakan pada foto KTP, terkelupas maupun sudah tampak buram.

    Jika hendak mengurusnya, warga hanya perlu membawa KTP elektronik yang lama serta fotokopi Kartu Keluarga ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.Tak perlu surat pengantar dari Ketua Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW) seperti diawal pembuatan KTP.

    KTP sendiri adalah kartu identitas multifungsi, artinya keperluan apapun selalu menyertakan kartu tersebut. Negara menetapkan seorang penduduk hanya boleh punya satu KTP. Dasar hukum dari pembuatan KTP elektronik mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan sekarang diubah menjadi UU Nomor 24 Tahun 2013.

    Bunyinya sebagai berikut, "Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup untuk warga negara Indonesia dan untuk warga asing disesuaikan dengan dengan masa berlaku izin tinggal tetap."

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: 6 Cara Cek KTP Online Secara Praktis Tanpa Perlu ke Kantor Dukcapil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.