Pasien Covid-19 di Bogor Meninggal Saat Isolasi Mandiri di Rumah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Sejumlah petugas medis mengangkat peti jenazah pasien positif Covid-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat, 17 April 2020. Kredit: ANTARA/Rahmad

    Ilustrasi - Sejumlah petugas medis mengangkat peti jenazah pasien positif Covid-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat, 17 April 2020. Kredit: ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Bogor - Seorang pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dilaporkan meninggal.

    Lurah Ciluar Denny Ardiansyah membenarkan kabar tersebut. Pasien yang meninggal tersebut berinisial BG, 65 tahun. Menurut Denny, warganya tersebut sebelumnya diketahui bepergian ke luar kota untuk kunjungi kerabat selama 8 hari.

    "Yang bersangkutan ke Malang dan Solo selama delapan hari untuk berkunjung ke rumah keluarganya," kata dia, Kamis 24 Juni 2021.

    Berdasarkan keterangan keluarganya, setelah pulang dari luar kota BG sempat mengeluh sakit tenggorokan dan mengalami gejala meriang pada Rabu, 16 Juni 2021.

    ADVERTISEMENT

    "Karena suhu badannya cukup tinggi, keluarga pun membawa BG ke rumah sakit untuk berobat dan pihak rumah sakit pun menganjurkan agar melakukan tes swab," kata Denny.

    Hasil tes tersebut diketahui positif Covid-19. Pihak rumah sakit, kata Denny, saat itu menganjurkan agar BG dirawat.

    "Namun pasien menolak untuk dirawat dan memilih melakukan isolasi mandiri di rumah dengan alasan gejala yang dialaminya tidak parah, cukup dengan istirahat dan minum obat," kata dia.

    Namun, beberapa hari menjalani isolasi mandiri di rumah, kondisi pasien memburuk karena yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit penyerta yang sebelumnya memang diderita oleh pasien.

    "Memang usia yang bersangkutan sudah sepuh ditambah lagi mempunyai komorbid faringitis akut dan gangguan ginjal, memperburuk kondisi kesehatannya dan meninggal," kata dia.

    Sementara itu Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan tersebut pihaknya meminta pada petugas kelurahan dan Puskesmas setempat untuk berkoordinasi dengan pihak RSUD Kota Bogor,

    "Kami langsung koordinasi dengan pihak RSUD dan pemakaman untuk pengurusan jenazah yang bersangkutan sesuai dengan protokol kesehatan karena hasil swab positif," kata dia.

    Marse menambahkan, petugas pun langsung memakamkan jenazah di pemakaman khusus pasien Covid-19.

    Baca juga: Darurat Covid-19, Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Setop Salat Jumat Berjamaah

    M Sidik Permana.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.