Kasus Covid-19 Merebak, Dinkes DKI Minta Rumah Sakit Bangun Tenda Darurat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengantar pasien ke ruang IGD tambahan di RSUD Bekasi, Rabu, 23 Juni 2021. Tenda digunakan sebagai ruang perawatan tambahan karena keterisian tempat tidur pasien penuh akibat lonjakan kasus COVID-19. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Petugas mengantar pasien ke ruang IGD tambahan di RSUD Bekasi, Rabu, 23 Juni 2021. Tenda digunakan sebagai ruang perawatan tambahan karena keterisian tempat tidur pasien penuh akibat lonjakan kasus COVID-19. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada seluruh direktur dan kepala rumah sakit di Ibu Kota untuk mendirikan tenda darurat di ruang terbuka bagi pasien Covid-19.

    "Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan kepada para direktur dan kepala rumah sakit (untuk) mendirikan tenda darurat berkapasitas besar pada ruang terbuka di lingkungan rumah sakit, seperti halaman parkir, sarana olah raga, dan lain-lain," tutur Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam suratnya bernomor 6745/-/773 tertanggal 21 Juni 2021.

    Asisten Widyastuti, Irma, mengkonfirmasi adanya surat tersebut. "Benar," kata dia, Kamis, 24 Juni.

    Adapun tenda darurat ini berfungsi sebagai perluasan ruang perawatan sekaligus IGD bagi pasien Covid-19. Dinas Kesehatan DKI Jakarta memerintahkan rumah sakit segera melaporkan kebutuhan bantuan tenda, velbed, obat-obatan, perbekalan kesehatan, dan alat-alat kesehatan lainnya.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, Dinas Kesehatan telah meminta pihak rumah sakit untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan ruang berkapasitas besar, seperti auditorium, aula, dan ruang pertemuan sebagai ruang perawatan pasien yang tertular virus corona. Dinas Kesehatan mengimbau pihak rumah sakit tetap memperhatikan zonasi dan alur pelayanan pasien Covid-19 sesuai dengan kaidah pencegahan serta pengendalian.

    Pemerintah DKI Jakarta terus mencatat penambahan kasus Covid-19. Per Kamis, 24 Juni, terdapat penambahan kasus positif virus corona sebanyak 7.505 orang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 25.575 spesimen.

    Dari jumlah itu, 20.460 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru. Hasil tes menunjukkan, 7.505 orang positif dan 12.955 negatif. "Kami di Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dan semakin taat protokol kesehatan, karena penularan Covid-19 yang kian cepat," kata dia.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | LANI DIANA

    Baca juga: Tenaga Kesehatan Wisma Atlet yang Meninggal karena Covid Sempat Dirawat Sepekan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.