7 Fakta Sidang Rizieq Shihab Atas Perkara Berita Bohong Tes Swab RS Ummi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar televisi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunujukkan Rizieq Shihab sedang membacakan nota pembelaan atas perkara kerumunan, Kamis, 20 Mei 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Layar televisi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunujukkan Rizieq Shihab sedang membacakan nota pembelaan atas perkara kerumunan, Kamis, 20 Mei 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada Rizieq Shihab atas perkara berita bohong tes usap di Rumah Sakit Ummi Bogor. Dalam sidang Kamis, 24 Juni 2021, hakim juga menjatuhkan vonis 1 tahun penjara bagi menantu Rizieq, Hanif Alatas, dan Direktur Utama RS Ummi Bogor Andi Tatat.  

    Berikut fakta-fakta seputar sidang vonis Rizieq Shihab:

    1. Tuntutan Jaksa 

    Jaksa menuntut Rizieq dengan pidana penjara enam tahun dalam perkara berita bohong ini. Rizieq dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pidana sesuai Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    ADVERTISEMENT

    Jaksa memaparkan hal yang membuktikan dakwaan penyebaran berita bohong, antara lain video Rizieq Shihab di YouTube yang menyebut dirinya dalam keadaan sehat. Padahal saat video itu diambil, jaksa menyebut Rizieq sudah positif Covid-19.

    2. Vonis Rizieq Shihab

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan Rizieq telah terbukti secara sah menyiarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran. Rizieq divonis empat tahun penjara atau lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum.

    "Menyatakan, terdakwa Muhammad Rizieq bin Hiusein Syihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran masyarakat," ujar Majelis Hakim Pengadilan Negeri jakarta Timur. Hakim turut membebankan biaya perkara kepada Rizieq sebesar Rp 5.000.

    Selanjutnya hal yang memberatkan dan meringankan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.