Viral Penembakan di Melawai, Polres Jaksel Minta Bantuan Mabes Polri Teliti CCTV

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Penembakan di Melawai hingga kini masih misterius karena Polres Jakarta Selatan belum bisa mengetahui identitas pengendara Toyota Fortuner yang melepaskan 2 tembakan. Peristiwa itu sempat menggegerkan masyarakat karena terjadi di dekat rumah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. 

    Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Komisaris Akbar mengatakan polisi telah meminta bantuan Laboratorium Mabes Polri mengecek CCTV untuk mempermudah proses pencarian identitas kendaraan tersebut. 

    "Hasilnya belum keluar, masih kami tunggu. Termasuk selongsong peluru itu juga kami kirim untuk diperiksa," ujar Akbar saat dikonfirmasi, Jumat, 25 Juni 2021. 

    Akbar menyatakan permintaan bantuan ke Mabes Polri bukan menjadi indikasi kendala dalam pengungkapan kasus itu. Menurut Akbar, hal ini agar hasil penyelidikan dapat lebih scientific. 

    ADVERTISEMENT

    "Saksi sudah enam yang diperiksa. Masih berproses, masih dalam penyelidikan semua, ya," kata Akbar. 

    Sebelumnya, video aksi bak koboi yang dilakukan oleh pengendara mobil di Traffic Light Jalan Profesor Joko Sutono, Kelurahan Melawai, Jakarta Selatan itu viral di media sosial. Pengendara melepaskan tembakan sebanyak dua kali pada Sabtu malam.

    Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian sudah memeriksa 10 CCTV di lokasi, namun hanya dua yang berfungsi normal. Selain itu, polisi juga telah menemukan dua selongsong peluru 9 mm yang digunakan oleh pelaku. 

    Kapolres Jakarta Jakarta Selatan Komisaris Besar Azis Andriansyah memastikan penembakan misterius itu tak ada hubungannya dengan Kepala BIN Budi Gunawan atau biasa disapa BG. "Enggak ada, enggak ada kaitannya sama sekali," ujar Aziz.

    Baca juga: Penembakan di Melawai, Polisi Sebut Tak Ada Kaitan dengan Kepala BIN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.