RSUD Kramat Jati Penuh Pasien Covid-19, Anies Baswedan: Lobi Jadi Rawat Inap

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memindahkan pasien Covid-19 ke ruang rawat inap di RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Angka kasus Covid-19 yang meningkat ini membuat sejumlah rumah sakit kewalahan dan kehabisan tempat perawatan. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis memindahkan pasien Covid-19 ke ruang rawat inap di RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Angka kasus Covid-19 yang meningkat ini membuat sejumlah rumah sakit kewalahan dan kehabisan tempat perawatan. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pasien Covid-19 di RSUD Kramat Jati, Jakarta Timur membeludak hingga ruang isolasi penuh. Menurut dia, ruang isolasi di rumah sakit itu tak cukup lagi menampung pasien.

    "RSUD ini udah penuh, bahkan lobinya itu sekarang sudah jadi tempat rawat inap," kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 Juni 2021.

    Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada seluruh direktur dan kepala rumah sakit di Ibu Kota untuk mendirikan tenda darurat di ruang terbuka bagi pasien Covid-19.

    Kasus Covid-19 di Jakarta meningkat tajam. Kenaikan ini sejalan dengan melonjaknya angka kematian, tertinggi 180 orang sehari. Lebih dari itu, tempat tidur isolasi dan ICU juga kian menipis.

    ADVERTISEMENT

    Kemarin Anies Baswedan menginspeksi pemasangan tenda darurat di halaman RSUD Kramat Jati. Pemasangan tenda ini merespons tempat tidur isolasi dan ICU di RSUD Kramat Jati yang sudah penuh.

    Anies berujar pasien Covid-19 masih berdatangan meski daya tampung rumah sakit sudah penuh.

    "Maka kami siapkan tenda seperti ini di tiap RSUD milik DKI Jakarta untuk menampung mereka yang membutuhkan," kata Anies Baswedan.  

    #Cucitangan
    #Pakaimasker
    #Jagajarak

    Baca juga: DKI Siap Hadapi Segala Kondisi, Anies Baswedan: Bismillah tapi Tak Takabur



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.