Viral Pasien Diperiksa di Pick Up, IGD RSUD Kota Bekasi Overload

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebuah video viral memperlihatkan tenda darurat di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bekasi dipenuhi antrean pasien pada Jumat pagi ini. Bahkan ada pasien yang terbaring di jalan atau terpaksa diobservasi saat masih berada di atas mobil bak terbuka (pick up).

    "Sebenarnya di tenda (triase) ini kita sediakan awalnya 30 bed, tapi kan kita enggak bisa menolak orang datang," kata Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Kusnanto Saidi kepada wartawan hari ini, Jumat 25 Juni 2021.

    Pagi tadi, kondisi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid, Kota Bekasi, mengalami antrean pasien mencapai 40 orang atau melebihi kapasitas tempat tidur yang disediakan.

    Pengelola RSUD Kota Bekasi memberikan pelayanan kepada pasien yang tidak kebagian tempat tidur dengan duduk di kursi roda, sambil mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas.

    ADVERTISEMENT

    "Mereka cukup ditatalaksana dengan kursi roda," kata dia.

    Tenda triase digunakan untuk mengidentifikasi pasien Covid-19 dan non Covid-19. Sebab, di dalam ruangan IGD tak bisa lagi menampung pasien. Karena itu, setiap pasien yang datang yang belum swab di tempat sebelumnya harus menjalani swab test PCR.

    "Mudah-mudahan, doakan skriningnya selesai, dia bisa masuk ke perawatan," kata Kusnanto.

    Kusnanto mengakui terjadi lonjakan pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi. Sebanyak 265 tempat tidur yang disiapkan rumah sakit penuh, bahkan ditambah 100 lagi juga masih kurang sehingga ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain. "Pasien dirujuk sudah ada hasil PCR," kata Kusnanto.

    ADI WARSONO

    Baca juga: RSUD Kota Bekasi Tambah Ruang Isolasi Pasien Suspect Corona


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.