Penularan Covid-19 Mengganas, Jumlah Penumpang KRL di Akhir Pekan Turun

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang KRL mengantre untuk menjalani tes usap (swab) antigen yang digelar PT KCI di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa 22 Juni 2021. Tes acak yang dilakukan oleh PT KCI tersebut guna menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan transportasi KRL.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Sejumlah calon penumpang KRL mengantre untuk menjalani tes usap (swab) antigen yang digelar PT KCI di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa 22 Juni 2021. Tes acak yang dilakukan oleh PT KCI tersebut guna menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan transportasi KRL. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Jakarta - Jumlah pengguna kereta Commuter Line di akhir pekan ini mengalami penurunan hingga 15 persen atau sebesar 68.952 orang dibanding akhir pekan yang sama pekan lalu diduga efek penularan Covid-19 marak di DKI.

    Kasus penularan Covid-19 yang semakin ganas di Jakarta dan masyarakat diimbau untuk berakhir pekan di rumah.  

    "KAI Commuter berharap di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19 belakangan ini, masyarakat dapat beraktivitas dari rumah," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 Juni 2021.  

    Meski jumlah pengguna KRL terus mengalami penurunan, Anne mengatakan pada masa pandemi ini KAI Commuter tetap konsisten melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

    Seperti misalnya penerapan protokol kesehatan secara ketat dan pembatasan jumlah maksimal penumpang KRL.  

    Lebih lanjut, Anne mengatakan pihaknya juga melakukan tes acak antigen kepada para penumpang di enam stasiun. Untuk hari ini, Anne mengatakan pihaknya menemukan tiga penumpang yang reaktif Covid-19.  

    "Selanjutnya data penumpang diserahkan kepada Puskesmas setempat untuk dilanjutkan tindakan selanjutnya," ujar Anne. 

    Seperti diketahui, penularan kasus Covid-19 di Jakarta makin mengganas dalam sepekan terakhir. Per hari ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan terdapat penambahan 9.271 kasus positif Covid-19 di Ibu Kota. 

    Hasil itu didapat dari tes PCR yang dilakukan terhadap 22.911 orang untuk mendiagnosis kasus baru. 

    Dwi menjelaskan perkembangan temuan penularan Covid-19. Bahwa sebanyak 14 persen dari total penambahan kasus hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Rinciannya, 993 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 332 kasus adalah anak usia 0-5 tahun. Sedangkan, 7.218 kasus adalah usia 19-59 tahun dan 728 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

    Baca juga : Kapolda Metro Jaya Instruksikan Patroli Prokes Sampai ke Perkampungan, Sasarannya?
    #Pakaimasker, #Jagajarak, #Cucitangan 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.