Cerita Jenazah Covid-19 Tertukar di RSUD Balaraja, Keluarga Protes

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Sejumlah petugas medis mengangkat peti jenazah pasien positif Covid-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat, 17 April 2020. Kredit: ANTARA/Rahmad

    Ilustrasi - Sejumlah petugas medis mengangkat peti jenazah pasien positif Covid-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat, 17 April 2020. Kredit: ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Tangerang - Dua jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja, Tangerang, tertukar saat dilakukan proses pemulasaran.

    Menurut Humas Tim Covid-19 RSUD Balaraja dokter Aang Sunarto kasus jenazah tertukar ini diketahui setelah ada keluarga yang menyatakan jenazah yang sedang dimandikan bukanlah anggota keluarganya.

    "Setelah itu kami melakukan pengecekan dan diketahui jenazah keluarga itu sudah diantar ke Cisoka dengan protokol Covid-19," ujar Aang saat memberikan keterangan di RSUD Balaraja, Rabu 30 Juni 2021.

    Peristiwa jenazah Covid-19 tertukar ini terjadi pada 28 Juni lalu, antara jenazah perempuan I, 58 tahun asal kecamatan Sukadiri dan jenazah R, warga Cisoka.

    Tertukarnya jenazah pasien Covid-19 ini diketahui saat petugas memandikan dan akan mengkafani jenazah I. Suami dan anak I yang mengikuti proses pemulasaran jenazah tersebut heran karena jenazah itu bukan keluarga mereka.

    "Keluarga dari pasien menolak, mereka tidak mengakui kalau itu ibu atau istrinya saat dihadirkan ketika petugas memandikan dan mengkafani jenazah,” kata Aang.

    Beberapa jam sebelumnya, tim pemulasaran jenazah di RSUD Balaraja telah memandikan dan mengkafani jenazah R, pasien dari kecamatan Cisoka, Tangerang. Pada saat itu, suami R tidak memberi tahu petugas jika yang sedang dikafani bukan istrinya. Begitu juga dengan anak R. 

    "Suami dan anak pasien yang dihadirkan tidak bilang saat pemulasaran, mereka diam saja sampai jenazah diantar ke Cisoka."

    Pada saat diketahui ada jenazah tertukar, jenazah I warga Sukadiri yang terbungkus plastik khusus tanpa peti itu telah siap dimakamkan di Cisoka.

    "Adanya protes dari keluarga ini kami langsung melakukan pengecekan terhadap semua jenazah dan akhirnya diketahui jenazah I benar tertukar dengan jenazah R dari kecamatan Cisoka itu," kata Aang.

    Petugas langsung melakukan reidentifikasi jenazah dengan membawa jenazah R ke kecamatan Cisoka. Setelah dipastikan benar dan cocok, jenazah R dimakamkan di Cisoka dan jenazah I diantar ke Sukadiri untuk dimakamkan.

    Peristiwa jenazah Covid-19 tertukar ini, kata Aang, baru pertama kali terjadi. RSUD Balaraja meminta maaf kepada masing-masing keluarga pasien Covid-19 itu. "Ini terjadi karena miskomunikasi saat proses pemulasaran," kata Aang.

    JONIANSYAH HARDJONO

    Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19, 4 TPU di Depok Tak Lagi Terima Jenazah Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.