DKI Siapkan 28 Lokasi Isolasi Pasien Covid-19 Baru, Siap Tampung 6.534 Orang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menyapu salah satu bagian Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput di Jakarta, Kamis 24 Juni 2021. Pemerintah menyiapkan Rusun tersebut sebagai alternatif tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan mengoperasikan 600 unit kamar di lantai empat hingga lantai 25 pada tahap pertama yang rencananya beroperasi dalam sepekan atau 10 hari mendatang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Karyawan menyapu salah satu bagian Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput di Jakarta, Kamis 24 Juni 2021. Pemerintah menyiapkan Rusun tersebut sebagai alternatif tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan mengoperasikan 600 unit kamar di lantai empat hingga lantai 25 pada tahap pertama yang rencananya beroperasi dalam sepekan atau 10 hari mendatang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan 28 lokasi baru fasilitas isolasi terkendali pasien Covid-19. Tempat isolasi tambahan ini mampu menampung 6.534 pasien Covid-19.

    "Sedang disiapkan 28 lokasi baru, termasuk Rusun Pasar Rumput, dengan total kapasitas tambahan 6.534 pasien isolasi," demikian bunyi dokumen pemerintah DKI yang diterima Tempo, Rabu, 30 Juni 2021.

    Data tersebut dipaparkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rapat koordinasi PPKM Darurat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada 29 Juni 2021.

    Pemerintah DKI juga akan mengkaji dan menyiapkan penggunaan Rusun Daan Mogot, Jakarta Barat serta Rusun Pulogebang, Jakarta Timur. Masing-masing rusun itu berpotensi menampung 1.500 pasien.

    Sebanyak 28 lokasi baru ini tak termasuk Rusun Nagrak, Graha Wisata Ragunan, dan Graha Wisata TMII. DKI menyediakan 3.073 tempat tidur isolasi di tiga lokasi tersebut. Kini tempat tidur yang sudah terpakai mencapai 1.330 unit alias 43 persen.

    "Dalam waktu satu minggu, keterisian fasilitas isolasi terkendali di tiga lokasi tersebut langsung naik hingga terisi 43 persen dari kapasitas," begitu penjelasan dalam dokumen DKI.

    Pemerintah DKI memprediksikan akan ada 100 ribu kasus Covid-19 aktif di Ibu Kota antara 8-13 Juli 2021. Peningkatan pasien Covid-19 yang luar biasa banyak nya itu bisa terjadi jika pemerintah tidak segera melakukan pengetatan.

    Baca juga: Penambahan Kapasitas RS di Jakarta Berkejaran dengan Jumlah Pasien Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.