Diduga Stres, Pasien Covid-19 yang Tengah Isolasi Mandiri Coba Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stop bunuh diri. Shutterstock

    Ilustrasi stop bunuh diri. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat lehernya menggunakan celurit. S, 85 tahun, warga Bandengan, Tambora, Jakarta Barat itu diduga stres karena positif Covid-19.

    "Saat melaksanakan isolasi mandiri, dia mencoba bunuh diri. Tapi Alhamdulillah enggak meninggal dan sekarang sedang dirawat di RSUD Tarakan," ujar Kapolsek Tambora Komisaris M Faruk saat dihubungi, Kamis, 1 Juli 2021. 

    Faruk menerangkan, insiden itu terjadi pada Rabu pagi kemarin. Korban yang sudah menjalani isolasi mandiri sejak Jumat pekan lalu, mengaku stres dan tertekan. Ia menjalani isolasi mandiri di rumah karena RSDC Wisma Atlet penuh. 

    Kemudian dengan menggunakan celurit, korban mencoba menyayat lehernya sendiri. "Udah luka di leher sedalam sekitar empat millimeter," ujar Faruk. 

    Akibat peristiwa itu, korban sempat terkapar tak berdaya. Beruntung cucu korban yang melihat hal itu langsung melapor ke Ketua RT setempat sehingga korban dapat langsung mendapat penanganan. 

    Faruk menjelaskan kondisi korban saat ini masih dalam perawatan intensif. S juga menjalani perawatan khusus karena saat ini merupakan pasien Covid-19. 

     Baca juga: Perempuan Muda yang Lompat dari Lantai Tiga karena Covid-19 Akhirnya Tewas

    Catatan Redaksi:

    Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri di Indonesia, bisa menghubungi : Yayasan Pulih (021) 78842580 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.