Nekat Langgar PPKM Darurat Hari 1, Pesepeda Diputar Balik di Jalan Sudirman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menghalau pesepeda road bike yang akan melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Ahad, 20 Juni 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Polisi menghalau pesepeda road bike yang akan melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Ahad, 20 Juni 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pesepeda diputar balik karena nekat bersepeda pada hari pertama penerapan PPKM Darurat di Jalan Sudirman-Thamrin. Penutupan Jalan Sudirman dilakukan oleh petugas kepolisian dan Satpol PP. 

    Beberapa pesepeda itu dipergoki melintas di jalur sepeda di dekat gedung FX Sudirman, Jakarta Selatan. Mereka diminta putar balik di Jalan Pintu Satu Senayan GBK ke arah Jalan Asia Afrika.

    Pesepeda itu ternyata tidak tahu jika bersepeda dan olahraga di jalanan juga dilarang selama PPKM Darurat. 
    "Tapi bersepeda kan bagus, sehat juga," kata Dani, seorang pesepeda yang diminta putar balik. 

    Para pesepeda itu tidak tahu jika PPKM Darurat telah berlaku pada hari ini. Beberapa warga Jakarta yang lain juga hendak berolahraga di GBK karena tidak tahu jika masyarakat diminta berolahraga di sekitar rumah saja selama PPKM Darurat. 

    Akibat penutupan jalan di Jalan Sudirman-Thamrin dan larangan bersepeda dan olahraga, jalanan itu tampak lengang. Hanya beberapa kendaraan yang boleh melintas jika ada urusan darurat atau pekerja dari sektor tertentu. 

    Kemarin, Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran telah memperingatkan para pesepeda agar tidak nekat bersepeda selama PPKM Darurat. Polisi dapat menyita sepeda mereka. 

    "Nanti sepedanya saya kandangkan selama PPKM Darurat, kalau nekat naik sepeda," ujar Fadil Imran di kantornya, kemarin.

    Baca juga: PPKM Darurat, Ini Kelompok Masyarakat yang Boleh Melintasi Jalan Sudirman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.