PPKM Darurat Hari Ketiga, Kemacetan Mengular di Kramat Raya dan Gatsu

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memotret jalan Sudirman yang sepi saat pemberlakuan PPKM Darurat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tanpa Atap, Jakarta, Ahad, 4 Juli 2021. Penyekatan jalan tersebut dilakukan dari Bundaran Senayan hingga Perempatan Harmoni. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga memotret jalan Sudirman yang sepi saat pemberlakuan PPKM Darurat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tanpa Atap, Jakarta, Ahad, 4 Juli 2021. Penyekatan jalan tersebut dilakukan dari Bundaran Senayan hingga Perempatan Harmoni. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Jakarta - Pemberlakuan PPKM Darurat hari ketiga mengakibatkan kemacetan di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat dan Jalan Gatot Subroto, Semanggi, Jakarta Selatan.

    Kemacetan mengular imbas masyarakat yang tak bisa melintas ke jalan tempat mereka bekerja, imbas penutupan yang dilakukan kepolisian. 

    Dari pengamatan Tempo di Jalan Gatot Subroto mengarah ke Semanggi, kemacetan mulai terjadi di dekat Gerbang Tol Kuningan 1 atau setelah flyover Kuningan. Kemacetan mengular hingga ke depan Gedung DPR RI. 

    "Mau ke Sudirman, tapi ini ketahan sama antrean yang lain," ujar Anggita, pegawai di Gedung BRI II kepada Tempo, Senin, 5 Juli 2021. 

    Anggita menjelaskan, kantornya menjadi salah satu sektor yang diperbolehkan beroperasi saat PPKM Darurat.

    Ia mengatakan kemacetan terjadi karena banyak masyarakat yang tidak bekerja di sektor esensial, namun tetap harus berangkat ke kantor. 

    Kemacetan serupa juga terjadi di Jalan Kramat Raya mengarah ke Senen. Antrean kendaraan mengular dari perempatan Matraman hingga seberang Hotel The Acacia. Hal ini disebabkan masyarakat harus memutar balik kendaraan, imbas penyekatan.  

    Kemacetan akibat penyekatan ini juga terjadi di Jalan Pramuka sampai ke Jalan Penataran dekat Tugu Proklamasi. 

    Penetapan PPKM Darurat ini telah berlangsung sejak Sabtu, 3 Juli 2021. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menjelaskan, untuk perusahaan bidang keuangan dan perbankan, kapasitas karyawan yang boleh bekerja di kantor atau WFO hanya 50 persen saja.

    Lalu sektor esensial pemerintahan yang memberlakukan pelayanan publik 25 persen WFO, sektor kritikal 100 persen dengan protokol kesehatan yang ketat. 

    "Juga akan dilakukan pembatasan dan pengendalian mobilitas pada 35 titik serta pembatasan dan penyekatan mobilitas pada 25 titik di wilayah hukum Polda Metro Jaya," ujar Fadil ihwal detil PPKM Darurat itu. 

    Baca juga : PPKM Darurat, Polisi Klaim Penyekatan di Pasar Jumat Jaksel Kondusif 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.